Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 

Counter Stats
 
   

PLN Kaji Pengganti Solar

 


AMBON , KOMPAS - PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara terus mengkaji bahan bakar murah dan terbarukan sebagai pengganti solar. Penggantian bahan bakar itu untuk menekan biaya produksi listrik yang tinggi akibat harga minyak dunia terus melambung. Hasil kajian itu sebagian mulai diterapkan pada 2007

PLN wilayah Maluku dan Ma­ luku Utara terdiri atas 75 pusat pembangkit yang tersebar di 50-an pulau. Pusat-pusat pem­bangkit listrik itu berada di ba- wah tiga cabang, yaitu Ambon, Tual, dan Ternate.

Pasokan solar yang terbatas dan mahal menyebabkan peme-nuhan listrik sering terganggu. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber bahan bakar baru yang tersedia dalam jumlah banyak, relatif murah, dan terbarukan. Ancaman krisis bahan bakar tak terbarukan itu juga mendasari pelarangan penambahan mesin diesel untuk pembangkit listrik mulai tahun 2005 lalu.

Dalam program perencanaan PLN Wilayah Maluku dan Ma­ luku Utara, bahan bakar aternatif yang dikaji antara lain minyak berat (marine fuel oil/MFG), ba­ han bakar campuran, panas bumi, mikrohidro, coal gas engine, dan tenaga angin.

"Untuk MFO, rencananya su-dah digunakan mulai Februari. MFO ini akan dipasok oleh Per-tamina untuk PLTD Hative dan PLTD Poka di Pulau Ambon serta PLTD Kayu Merah di Ternate," kata Hendarman Suhendro, Ma- najer Teknik PLN Wilayah Ma­ luku dan Maluku Utara.

Energi lain yang sedang dikaji adalah bahan bakar campuran antara. solar dan minyak sawit curah (palm pure oil). Bahan ba­ kar campuran ini sudah diguna­ kan sejumlah pembangkit di Su-matera dengan komposisi so-lar-minyak curah 80:20.

Penggunaan minyak curah se­ bagai campuran, menurut Hen­ darman, kurang strategis untuk wilayah Maluku dan Maluku Uta­ ra, karena tidak ada perkebunan kelapa sawit.

"Kami sedang menjajaki peng­ gunaan minyak kopra yang di-hasilkan dari kelapa. Dari ke- tersediaan bahan baku, minyak kopra bisa diandalkan," kata Hen­ darman lebih lanjut.

Agus Widoyoko, Manajer Pe­ rencanaan PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara mengatakan, pihaknya juga sedang mengkaji kemungkinan penggunaan coal gas engine. Prinsipnya, gas yang dihasilkan dari batu bara kemu-dian digunakan untuk mengge-rakkan mesin pembangkit listrik. Teknologi ini sudah digunakan di China untuk memenuhi kebu- tuhan listriknya.

Namun, teknologi coal gas engine dinilai cukup berisiko dari sisi pemenuhan bahan baku.

Pasokan batu bara tiba

Dari Cilacap dilaporkan, dua kapal tongkang yang masing-ma- sing mengangkut 13.000 ton dan 11.000 ton batu bara dari Kali­ mantan akhirnya tiba. Dengan demikian, untuk sementara Pem­ bangkit Listrik Tenaga Uap (PL-TU) Karangkandri kini sedikit aman karena persediaan bahan bakar cukup untuk 4 hari-5 hari.

Seperti diberitakan, PLTU Karankandri sempat mengalami krisis bahan bakar akibat keterlam- batan dua tongkang pengangkut batu bara yang terhalang badai dan gelombang besar. Kedua tongkang tersebut dilaporkan sempat berlindung di perairan Tuban, Jawa Timur.

"Kedua tongkang sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Saat ini batu bara sedang dibongkar dan langsung diangkut ke gudang terbuka guna menambah persediaan," kata Matoin, Manajer Operasi PLTU Cilacap, Rabu kemarin.

Menurut dia, persediaan batu bara yang kini seluruhnya sekitar 35.000 ton itu sebenarnya belum dapat disebut aman dari krisis. Sebab, normalnya persediaan harus cukup untuk mengoperasikan dua mesin pembangkit selama 15 hari ke depan. (ANG/NTS)

Tanggal Tayang :19-1-2007
Sumber : bisnis indonesia

 
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia