Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
Pengolahan Kompos Hasilkan Rp 250 Juta
 

JAKARTA, KOMPAS - Peng­olahan kompos di Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mampu mengha-silkan uang Rp 250 juta lebih per tahun dan mengurangi sampah rumah tangga.

Wakil Bidang Pengkajian dan Kebijakan Teknologi Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Lusina Walu- yati dalam rapat di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (17/1), mengatakan, pengolahan sampah domestik secara terkoordinasi oleh warga tersebut menghasil-kan pendapatan Rp 21.777.900 per bulan.

"Biaya yang diperlukan sekitar Rp 13 juta ditambah biaya tenaga kerja Rp 3 juta per tahun. Total biaya operasi setahun sebesar Rp 17.377.500. Untuk alat pembuat compos di tiap rumah tangga jiayanya hanya Rp 97.500. Setelah setahun lebih, saat ini sudah ada 18 kader pembina kompos di Kramat Pela," ujar Lusina.

Kegiatan itu sudah disosialisa- sikan di tujuh kelurahan, dari 10 rukun warga (RW) di Kramat Pela. Dari tujuh RW itu hanya satu RW yang tidak aktif.

Kendala kegiatan itu adalah program swastanisasi angkutan sampah, serta sistem anggaran dan koordinasi antarinstansi di lapangan masih kaku.

Wali Kota Jakarta Selatan Syahril Effendi, yang memimpin pertemuan, meminta seluruh lu- rah di Jakarta Selatan belajar dari keberhasilan di Kramat Pela. "Ja­ karta Selatan harus meningkat- kan kualitas lingkungan sehingga proyek kompos ini merupakan nilai tambah pada persaingan memperoleh pengharga"an Piala Adipura," ujar Syahril.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Eko Baruna mendukung program kompos di tingkat kelu­ rahan. Hal itu, menurut dia, ikut menurunkan volume sampah di Jakarta .

Proyek percontohan

"Setiap hari ada 6.000 ton sam­ pah dihasilkan di Jakarta. Sean-dainva di Jakarta kan 1.200 ton sampah yang setara 4.800 meter kubik, tentu prog­ ram pembuatan kompos akan sa- ngat bermanfaat. Saat ini di Ja­ karta Selatan juga sedang dibuat proyek percontohan oleh Univer- sitas Indonesia yang mengolah sampah menjadi kompos dan bio­ gas," ujar Eko.

Saat ini telah disediakan lahan 1,9 hektar yang dapat mengolah 100 ton sampah setiap hari. Ini menjadi percontohan agar masyarakat tak menentang pembu­ atan tempat pembuangan sam­ pah terpadu (TPST) yang akan mengolah dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah.

Selain menghasilkan uang secara langsung dari pembuatan kompos, berkurangnya sampah domestik sebanyak 20-30 persen dapat dicapai. Manfaat lain ada­ lah berkurangnya ancaman banjir

 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia