JAKARTA-PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNT). segera merealisasikan proyek industri bioetanol dengan investasi mencapai US$ 58 juta. BUMN agroindustri ini akan menggndeng investor lokal dan asing.
Menunit Dirut PT RNI Rama Prihardana, untuk menggarap proyek industri bioetanol, RNI akan bekerjasama dengan PT Choi Biofuel Indonesia (patungan RI-Korea Selatan), PT PSA Aotu- matika (patungan RI-Rusia), dan PT Indo Acidatama.
"Seluruh dana untuk membangun pabrik berasal dari mitra kerja kami, sementara PT RNI hanya menyediakan lahan dan bahan baku tetes tebu (molase)," ujar Rama di Jakarta, Rabu
Pengembangan proyek bioetanol akan dilakukan di pabrik gula (PG) Janti Tujuh, Cirebon (Jawa Barat) dan PG Kcbon Agung, Grati, Jawa Timur Jatim). UntukPG Jati Tujuh akan dikerjakan oleh PT Indo Acidatama dan PT PSA Automatica, yang masing-masing berinvestasi US$ 20 juta dan US$ 18 juta.
Menurut Rama, proyek bioetanol yang ditangani bersama PT Indo Acidatama memiliki kapasitas produksi 100 kiloliter (Id) per hari. Proyek ini diperkirakan mulai beroperasi pada Desember 2008.
Rama menambahkan, PT PSA Automatica akan mengembang- kan usaha pembangkit listrik yang berbahan bakar ampas tebu (bagasse). Proyek ini akan menghasilkan tenaga listrik 20 megawatt (mw) per tahun. Proyek diperki rakan siap beroperasi pada pertengahan Juni 2008.
Untuk pengembangan bioeta nol di PG Kebon Agung, yang menggandeng investor PT Choi Biofuel Indonesia, mempunyai kapasitas produksi 100 kl per hari
Total investasi mencapai US$ 20 juta, dan pabrik diperkirakan mulai beroperasi April 2009.
Rama berharap, pengembangan bioenergi dari tetes tebu akan mendapatkan nilai tambah dari peng- olahan, sekaligus terjadinya proses transfer harga yang menurunkan harga pokok produk (HPP). Denan begitu, pada akhirnya memperkuat daya saing produk utama PT RNI.
Direktur Pengembangan Usaha PT RNI Son Ramadir mengata-kan, selain mengembangkan tetes tebu menjadi bioetanol. Perseroan berupaya meningkatkan produksi minyak jarak pagar.
Tahun ini, PT RNI berusaha meningkatkan produksi minyak jarak pagar menjadi 204.485 liter, dengan penambahan luas areal tanam 24.293 hektare (ha). Tahun 2006, lahan tanaman jarak pagar PT RNI masih terbatas, hanya seluas 2.915 ha dengan produksi minyak jarak 1767 liter.
PT RNI tahun 2006 membuku- kan laba sebesar Rp 149,56 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2005 sebesar Rp 109,968 miliar. Penjualan tahun 2006 mencapai Rp 2,75 triliun. Tahun ini perushbaan menargetkan peningkatan laba usaha sekitar 66,7% atau menjadi sekitar Rp 210,52 miliar.
Menurut Son, laba yang diperoleh PT RNI hainpir 90% dari total laba usaha Rp 149,56 miliar berasal dari pengembangan industri gula, . yakni mencakup 11 pabrik guia di Pulau Jawa dan Sulawesi Utara.
Menurut Rama, peningkatan laba usaha bukan merupakan suatu tujuan yang mendasar bagi PT RNI. Tujuan utama dan menjadi misi perseroan lebih mengarah pada pemberdayaan ma- syarakat di sekitar perkebunan, dan memanfaatkan lahan-lahan yang telantar. (C92)