Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Senin, melepas ekspedisi kendaraan berbahan bakar nabati atau biofuel dengan rute Manado-Jakarta yang dibentuk Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN).
Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Said D Jenie, dan Ketua Tim Nasional Pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) Al Hilal Hamdi.
Kendaraan-kendaraan ekspedisi yang berjumlah 18 roda empat itu akan diberangkatkan ke Manado dengan menggunakan kapal laut.
Rute Manado-Jakarta yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 10 Agustus 2007 akan melewati sejumlah kota mulai Gorontalo, Palu, Mamuju, Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung.
Selama ekspedisi, kendaraan akan menggunakan bioetanol 3-20%, biodiesel 2,5-20%, dan butanol 10%. Selain itu, kendaraan jenis truk juga akan menggunakan minyak sawit asli tanpa diubah menjadi biodiesel sebanyak 40% dengan menggunakan alat tambahan atau konverter.
Purnomo mengatakan, peluncuran ekspedisi ini merupakan sosialisasi ke masyarakat bahwa pemanfaatan biofuel sudah mulai dilakukan.
"Dalam ekspedisi ini tidak hanya bertujuan menguji kendaraan seperti mesin dan bahan bakar, tapi juga upaya mengundang partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan biofuel ini," katanya.
Ia mengatakan, pemanfataan biofuel memerlukan dukungan seluruh lapisan masyarakat. "Tidak bisa hanya tergantung pemerintah, BPPT, atau Timnas BBN saja. Tapi, perlu partisipasi masyarakat," katanya
Tanggal Tayang : 30-7-2007
Sumber : InvestorDailly