JAKARTA (Media): PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah me- nerima proposal pengajuan kredit revitalisasi sektor perkebunan dari 16 perusahaan. BRI juga mencadangkan kredit Rp2 triliun-Rp3 triliun untuk keperluan revitalisasi tersebut pada tahun ini.
Sofyan Basyir menjelaskan 16 perusahaan yang ber- gerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini berlokasi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan be- berapa kawasan di Sumatra .
"Permohonan sudah masuk dan sudah mulai dievaluasi oleh BRI/' ujar Sofyan usai mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Anton Apriyantono melaporkan perkem- bangan program revitalisasi perke bunan kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, kemarin.
BRI, menurutnya, mengindi- kasikan kemungkinan besar 16 perusahaan tersebut akan disetujui. Sebab, umumnya mereka adalah para pemain lama yang memang sudah berpengalaman dalam usa -ha perkebunan.
"Untuk tahun ini, BRI sudah siapkan kredit antara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun untuk menggerakkan sektor perkebunan. Mudah- mudahan bisa se- gera diserap," kata Sofyan.
Di tempat terpisah, Direktur UKM BRI Sulaiman Arif Arianto mengatakan tidak ada perusahaan skala besar seperti Si- nar Mas atau Astra Agro Lestari yang masuk daftar 16 perusahaan yang mengajukan kredit. Pengusa- ha perkebunan yang diajukan adalah pemain lokal.
"Seperti Agrosinal yang kuat dalam perkebunan di Bengkulu. Kalau nama-nama besar kok seingat saya tidak ada," kata Sulaiman. Nama-nama perusahaan yang masuk • itu umumnya direkomendasikan oleh Departemen Pertanian. Namun, keputusan pemberian kredit tetap ada di BRI.
Saat ini, lanjut dia, pihaknya memberikan persyaratan baru kepada perusahaan kelapa sawit, bahwa perusahaan yang memiliki 50% pola plasma yang akan mendapatkan pinjaman dari BRI.
Dirut BRI melanjutkan, petani plasma ini diberikan subsidi bunga pinjaman hingga 6%. Sedangkan bunga kredit BRI saat ini 16%.
"Petani plasma memang mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah sebesar 5-6% sehingga mereka hanya membayar cicilan bunga sebesar 10%," jelasnya.
Pemberian subsidi bunga dari pemerintah ini terkait dengan penunjukan BRI sebagai leading bank untuk membiayai kredit di sektor pertanian dan perkebunan.
Dalam melaksanakan tugas pemerintah ini, BRI mencadangkan kredit hingga Rpl2 triliun. Untuk merevitalisasi perkebunan sawit, kakao, dan karet di Sumatra , kredit yang diperlukan senilai RplO triliun. Sedangkan revitalisasi perkebunan jagung di Sulawesi perlu disalurkan kredit sebesar Rp2 triliun. Revitaliasi lahan Terkait dengan revitalisasi lahan per kebunan itu, Mentan mengemukakan pemerintah menargetkan sedikitnya seluas 769,102 hektare. Dengan rincian, seluas 736.650 hektare untuk perluasan kelapa sawit di 15 provinsi San seluas 22.152 hektare lahan untuk peremajaan karet di tiga provinsi.
Sedangkan 10.300 hektare lahan untuk perluasan dan rehabilitasi kakao di tiga provinsi. Tiap tahunnya pemerintah menargetkan bisa mengembangkan antara 300 ribu sampai 400 ribu hektare lahan.
Untuk program tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran kredit Rp824 miliar dengan subsidi bunga Rp86 miliar.
Diharapkan, dana kredit tersebut bisa segera dikucurkan setelah peraturan Menteri Keuangan tentang kredit pengembangan perkebunan diteken dalam waktu dekat.
Tanggal Tayang : 19-10-2006
Sumber : Media Indonesia