Pemerintah subsidi bunga Rp 1 Triliun

 

JAKARTA: Pemerintah memberikan komitmen subsidi bunga sebesar Rpl triliun kepada petani plasma yang mengajukan kredit pengembangan energi nabati dan revitalisasi perkebunan kepada perbankan

Alokasi tersebut telah dimasuk- kan ke dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2007. Metode subsidi dengan menghitung selisih bunga pasar dengan bunga khusus yang ditetapkan pemerintah untuk petani plasma.

Menurut Direktur Pengelolaan Penerusan Pinjaman Depkeu Sori Taon Siregar bunga khusus dite­ tapkan di bawah bunga pasar. Cara penetapannya maksimal 5% di atas bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.

Adapun jenis tanaman yang tercakup dalam program subsidi revitalisasi perkebunan ini adalah tebu, ubi kayu, kelapa sawit, karet, kakao, dan jarak pagar.

Sori menambahkan, dana Rpl triliun diproyeksikan cukup un­tuk membiayai kredit yang dia- jukan petani plasma. "Selama setahun dana itu nggak mungkin habis, karena itu cukup untuk menutup investasi sebesar Rp35- Rp40 triliun yang dilakukan pe­ tani plasma di sektor itu."

Sejauh ini bank-bank pemerintah tercatat paling gencar ber- kampanye hendak memberikan pembiayaan cukup besar bagi sektor perkebunan. PT Bank Negara Indonesia Tbk, misalnya, mengalokasikan sedikitnya Rp6 triliun yang sebagian besar untuk kelapa sawit.

Demikian juga dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang ber-komitmen Rp4 triliun untuk sek­ tor ini. Bahkan, sebagaimana di- ungkapkan Dirut Sofyan Basyir, 24 perusahaan potensial dengan lahan garapan 120.000 hektare telah mengajukan proposal kre­ dit.

PT Bank Mandiri Tbk tak mau ketinggalan dengan mengaloka­sikan kredit sebesar Rpll triliun untuk pengembangan perkebun­ an kelapa sawit. Pemberian kredit tersebut diberikan secara berta-hap sesuai dengan perkembang- an bisnis perkebunan kelapa sa­ wit di Indonesia.

Direktur Korporasi Bank Mandiri Abdul Rachman mengatakan besarnya dana kredit yang di- alokasikan karena sektor kelapa sawit tersebut memiliki potensi yang bagus di masa depan.

Selain untuk memenuhi kebutuhan nabati, pengembangan bahan bakar alternatif yang berupa biofuel juga akan banyak menggunakan kelapa sawit sebagai bahan dasarnya.

"Sejauh ini kami telah menyalurkan kredit untuk perkebunan dan industri turunannya sebesar Rp21,5 triliun," katanya di Jakarta, kemarin. (mO4)

Tanggal Tayang : 14-12-2006
Sumber : Bisnis Indonesia

 
                     
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia