PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan hingga akhir 2006 akan menyalurkan kredit ke sektor agribisnis hingga 40% dari total kredit yang direncanakan sejak awal tahun sebesar Rp 13 triliun.
“Dari waktu ke waktu businees plan kami minimum 40% disalurkan pada agribisnis,”
ujar Sulaiman Arief direktur UMKM BRI kepada wartawan usai penandatanganan MOU dengan Angkasa Pura I di Jakarta Rabu (27/9).
Hingga Juni lalu, kredit yang telah dikucurkan BRI untuk agribisnis, khususnya bagi perkebunan dan pertanian sebesar Rp 5-6 triliun, dari total kredit tersalurkan senilai RP 6-7 triliun.
Sebagai satu-satunya bank yang fokus pada pembiayaan UMKM, BRI sangat konsen untuk membiayai perkebunan dan pertanian. Oleh karena itu, BRI juga turut terlibat dalam konsorsium untuk membiayai proyek biofuel yang telah dicanangkan pemerintah. Meskipun sampai saat ini pembiayaan tersebut masih dalam proses. BRI menargetkan sampai akhir 2006 akan ada 1-2 proyek biodiesel yang akan dibiayai.
“Kredit biodiesel melibatkan inti plasma.,” ungkap Sulaiman. Namun, Sulaiman tidak bisa menargetkan mentargetkan jumlah kredit yang akan diberikan untuk biodiesel, karena itu bergantung pada kesiapan industri.
Kendati kredit tersalurkan baru mencapai 50% dari target yang ditetapka, BRI optimistis hingga akhir tahun nanti kredit dapat terealisir senilai Rp 13 triliun. “Dengan clean governance dan spending dari pemerintah yang cukup besar, akan mendorong tumbuhnya pengusaha-pengusaha baru yang berarti permintaan kredit akan meningkat,” ungkap Sulaiman.
Gandeng AP I
Sementara itu, dalam memberikan layanan cash management yang mencakup balance reporting, transfer, liquidity management, pooling dana bagi program kemitraan bina lingkungan (PKBL) dan dana operasional PT PT Angkasa Pura (AP) I telah menunjukkan Bank BRI sebagai mitra kerja sama.
“Saya melihat kemampuan IT perbankan cukup baik bila dibandingkan dengan kami. Oleh sebab itu dengan kerjasama ini kami tidak perlu lagi investasi IT. Dengan kerjasama ini debitur yang nantinya turut dalam PKBL harus sudah memiliki account pada BRI,” kata Laurensius Manurung, direktur keuangan PT Angkasa Pura I di Jakarta.
Kerjasama ini sangat potensial bagi BRI, mengingat sampai saat ini kredit yang telah disalurkan bagi PKBL AP I telah mencapai Rp 12 miliar, dari target hingga akhir tahun sebesar Rp 17 miliar.
Sementara transaksi untuk passanger service tax pada AP I per harinya rata-rata mencapai Rp 1,5 miliar, dan total revenue yang diterima AP I setiap tahunnya mencapai Rp 1,5 triliun, sebesar 45% merupakan revenue dalam dolar atau sekitar US$ 3 juta.
“Semua dolar ini tidak kami gunakan karena itu kami akan menjualnya. Pada 2007 dan 2008 kami menargetkan perolehan revenue akan meningkat sekitar 10-15%,” tambah Laurensius.
Selain menggandeng PT AP I, BRI juga telah terpilih menjadi salah satu bank yang diajak PT Pertamina untuk turut terlibat dalam transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu di bandara dan pada SPBU. Bank-bank BUMN lainnya seperti BNI dan Bank Mandiri serta Citibank juga turut dilibatkan.
“Biasanya pesawat-pesawat yang menggunakan aftur di bandara bayarnya dengan cash, tapi ke depannya akan menggunakan kartu. Demikian juga halnya pada SPBU, selain tunai pembayaran juga akan dilakukan dengan menggunakan kartu,” kata Sulaiman.
Tanggal Tayang : 18-10-2006
Sumber :Insvestor Indonesia