Pinjaman Bank Dunia untuk proyek efisiensi energi naik

 

JAKARTA: Dana Bank Dunia untuk proyek efisiensi energi dan energi terbarukan seperti angin, solar, biomassa, panas bumi, dan tenaga air, pada 2007 naik hingga 67% menjadi US$1,43 miliar dibandingkan tahun lalu yang hanya US$860 juta.

"Bank Dunia telah memperkuat dukungan investasi dan bantuan teknis untuk proyek energi dengan emisi karbon rendah," ujar Jamal Saghir, Direktur Departemen Energi, Transportasi, dan Pengairan Bank Dunia, dalam situs resmi lembaga itu, akhir pekan lalu.

Menurut Jamal, dukungan tersebut terefleksi pada kemajuan yang dicapai beberapa tahun terakhir. Clean Energy Investment Framework Bank Dunia yang didirikan pada 2006 akan memberikan dukungan lebih besar pada perkembangan proyek itu di masa datang.

Bank Dunia telah menjanjikan peningkatan dana untuk energi yang terbarukan dan proyek efisiensi energi di bawah Komitmen Bonn pada 2004 lalu. Menurut komitmen ini, Bank Dunia meningkatkan dana hingga 20% per tahun bagi proyek tersebut.

Sepanjang Juli 2004 hingga Juni 2007, lembaga itu telah mengeluarkan dana senilai US$1,8 miliar bagi proyek baru. Jumlah ini hampir dua kali lipat lebih banyak dibandingkan anggaran yang direncanakan Komitmen Bonn pada periode tersebut yang hanya US$913 juta.

Sementara itu, Direktur Departemen Lingkungan dan Perkembangan Sosial IFC Rachel Kyte mengatakan IFC telah mempelajari kesepakatan besar dalam proses identifikasi efisiensi energi dan peluang investasi energi terbarukan dalam beberapa tahun terakhir.

"Investasi kami senilai lebih dari US$450 juta pada 27 proyek pada tahun fiskal 2007 sangat penting dan merefleksikan permintaan pasar yang besar untuk energi yang bersih," kata Kyte.

Tanggal Tayang : 21-10-2007
Sumber : Bisnis Indonesia

 
                     
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia