Festival Jatropha di Bali
   
 
   
   
   
   
   
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
 Festival Jatropha di Bali

Minyak Jarak Akan Dijadikan Energi Penggerak

MATARAM, KOMPAS - Masih dalam rangkaian Jatropha Expedition 2006 yang difasilitasi National Geographic Indonesia, pada hari kelima ekspedisi—17 luli 2006—akan digelar Festival Jatropha di Pulau Bali. Minyak jarak pagar murni akan dijadikan energi penggerak seperti generator diesel dan kompor minyak antuk memasak.

Festival yang baru pertama kali digelar tersebut dijadwalkan dibuka oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah. "Ini merupakan rangkaian uji coba penggunaan energi terbarukan yang kami fasilitasi, sekaligus kampanye penggunaannya bagi keperluan masyarakat," kata Pimpinan Jatropha" Expedition 2006, Tantyo Bangun, saat rom-bongan diterima Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Sri- nata di Mataram, Minggu (16/7).

Hingga kemarin, rombongan tim ekspedisi telah menempuh jairak sekitar 1.300 kilometer dari Atambua, Kupang, NTT. Di Ma­taram, rombongan dilepas Gubernur NTB, yang sekaligus gu­bernur pertama yang mendukung kampanye minyak jarak murni sebagai bahan bakar diesel.

Kepada rombongan ekspedisi, Lalu Srinata menyatakan bahwa masyarakatnya telah menunggu implementasi penggunaan mi­ nyak jarak pagar bagi masyarakat. Selama ini, penduduk NTB dan NTT telah menggunakan secara tradisional seperti untuk lampu penerangan.

"Kami telah menggunakannya, telapi secara ekonomi tidak ter- manfaatkan secara signifikan. Se- iring dengan pengembangan ini, kami berharap masyarakat mem-peroleh dampak ekonomi secara signifikan," kata dia. Dari sekitar 1,8 juta hektar lahan tidak produktif di NTB, sekitar 600.000 hektar siap ditanami jarak pagar (Jatropha curcas).

Kenali persoalan

Dari hasil analisa awal setelah menempuh jarak hampir 1.000 kilometer dari Larantuka-Labuan Bajo, ditemukan bukti penggunaan minyak jarak murni 100 persen lebih boros dibandingkan komposisi 50:50 dan 100 persen solar. Adapun perbandingannya, pada mesin diesel Mitsubishi de­ngan 100 persen minyak jarak pagar, 1 liter : 7,4 km, sedangkan pada komposisi 50:50 (1:9,06 km), sementara pada komposisi 100 persen minyak solar (1:9,07 km).

"Temuan ini menurut saya anomali karena terpaut terlalu jauh. Bisa jadi karena jenis lin-tasan, penggunaan AC, dan perilaku sopir," kata teknisi dari Agrapana, Prabowo Kartoleksono.

Sebagai gambaran, lintasan se panjang Larantuka-Labuan Bajo yang ditempuh selama 24 jam penuh melewati jalur naik turun bukit dan berliku-liku curam. Mobil dengan bahan bakar 100 persen minyak jarak murni terus dipacu paling cepat dengan AC yang dinyalakan lebih lama di- banding dua mobil uji lainnya.

Adanya anomali yang diduga Prabowo terjawab ketika rombongan melintasi jalur Sape-Po- totano di Pulau Sumbawa, NTB, dengan lintasan lebih mudah dibanding di Pulau Flores, NTT. Bahan bakar seratus persen mi­nyak jarak murni lebih hemat.


Mobil2 Jatropha Exp keluar dari KM Cakalang di Pelabuhan Larantuka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Di Flores, kendaraan uji berbahan bakar minyak jarak murni ini harus melewati medan terberat dengan menempuh medan pantai hingga dataran tinggi mencapai 1.200 meter dari permukaan laut. Bahkan, di kawasan ini juga harus melewati jalan berliku, sempit, serta rawan longsor sejauh 470 kilometer yang harus ditempuh tanpa berhenti.

Harus diperbaiki

Persoalan baru pada mesin juga ditemukan ketika rombongan berada di kawasan Danau Ke-limutu, Flores, NTT. Aliran minyak jarak tersendat karena temperatur udara yang mencapai 13 derajat Celsius mengentalkan minyak jarak.

Gangguan juga dirasakan pada mobil dengan komposisi bahan bakar 50:50 tanpa konverter (alat pengonversi). "Ini menunjukkan bahwa konverter yang sudah ada pada mobil uji seratus persen minyak jarak masih harus diperbaiki. Ini temuan bagus buat kami," kata Prabowo.

Minggu sore, rombongan ekspedisi melanjutkan perjalanan melintasi Selat Lombok menuju Padangbai, Pulau Bali. Rombongan dijadwalkan tiba di Pulau Balipada Minggu malam. Hari Senin ini rombongan akan mengikuti Festival Jatropha, yang merupakan implementasi minyak jarak murni pada mesin diesel statis dan kompor minyak.

 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia