SEKILAS TENTANG JARAK PAGAR
(Jatropha Curcas L)
   
  Penentuan Lokasi & penyiapan lahan
   
  Bahan Tanaman
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
 

Penentuan Lokasi & penyiapan lahan

 

Iklim

• Tipe iklim sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi jarak pagar. Kondisi iklim yang tidak mendukung mengakibatkan produkstivitasnya rendah, sehingga tidak cocok untuk mengusahakannya dalam bentuk perkebunan (skala luas) guna diolah lanjut menjadi minyak.

• Jarak pagar ( Jatropha Curcas L ) tumbuh baik di lahan kering dataran rendah beriklim kering (LKDRIK) dengan ketinggian 0 – 500 m dpl dan curah hujan 300 – 1.000 mm per tahun, suhu > 20 °C.

• Dalam perkembangannya, tanaman ini ditemui juga di lahan kering dataran rendah beriklim basah (LKDRIB) dan lahan kering dataran rendah beriklim kering/basah (LKDTIK/LKDTIB) sebagai pagar pekarangan rumah atau kebun.

• LKDRIK tersedia sangat luas di Indonesia , lebih 6 juta ha (Tabel 1), terkonsentrasi di Bali , Nusa Tenggara, Sulawesi , dan Jawa; serta sedikit di Sumatera, Maluku, dan Irian (Gambar 2 dan 3).

• Selain dalam bentuk perkebunan di LKDRIK, pertanaman dalam bentuk pagar pekarangan rumah dan kebun juga potensial untuk menghasilkan biji. Di Mali (Afrika) jarak pagar yang ditanam sebagai pagar sepanjang 15 km mampu menghasilkan 12 ton biji kering.

Gambar 2. Distribusi tipe iklim di Indonesia

 Lahan

Jarak pagar dapat tumbuh pada lahan-lahan marjinal yang miskin hara dengan drainase dan aerasi yang baik, namun produksi terbaik akan diperoleh pada lahan dengan lingkungan optimal. Pertumbuhannya cukup baik pada tanah-tanah ringan (terbaik mengandung pasir 60 – 90%), berbatu, berlereng pada perbukitan atau sepanjang saluran air dan batas-batas kebun.

Bila perakaran-nya sudah cukup berkembang, jarak pagar dapat toleran terhadap kondisi tanah-tanah masam atau alkalin (terbaik pada pH tanah 5,5 – 6,5). Di Indonesia, pengembangan jarak pagar ini dapat dilakukan pada areal pertanian yang sudah digunakan dan/atau pada daerah potensial lainnya yang belum digunakan, seperti lahan alang-alang atau lahan-lahan tidur yang berada diantara lahan kering dataran rendah yang cukup luas jumlahnya


(Tabel 1).

Gambar 3. Distribusi lahan kering di Indonesia


Pada Gambar 3 terlihat bahwa di luar pulau Jawa lahan kering yang tidak potensial sangat luas, sehingga pengembangan jarak pagar tidak berkompetisi dengan tanaman pangan dalam hal penggunaan lahan.


Gambar 4. Pengolahan tanah

 


Gambar 5. Pembuatan lubang tanam

PENYIAPAN LAHAN

Jarak pagar tumbuh baik pada lahan gembur dengan drainase yang baik. Pertumbuhan awal tanaman di lapang sangat menentukan pertumbuhan selanjutnya. Pengolahan tanah dan pembuatan lubang tanam dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan bibit pada fase awal sehingga tanaman tumbuh kekar dan menjadi kuat menghadapi cekaman lingkungan.

Pengolahan Tanah

• Pengolahan tanah terutama dilakukan pada lahan bukaan baru, sedangkan pada lahan garapan dapat langsung dilakukan pembuatan lubang tanam.

• Tanah diolah dengan pacul atau bajak 2 kali dan diratakan sebelum pembuatan lubang tanam (Gambar 4).

Pembuatan Lubang Tanam

• Jarak dan ukuran lubang tanam ditentukan oleh kemiringan tanah, ketersediaan air, dan kesuburan tanah. Umumnya jarak lubang tanam 200 x 200 cm dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm (Gambar 5). Pada tanah tidak subur jarak tanam dapat dipersempit.

• Masukkan daun-daun kering setebal 5 cm ke dasar lubang tanam dan disemprot dengan pestisida, terutama untuk anti rayap.

• Timbun lubang tanam dengan tanah galian yang telah dicampur dengan pupuk kandang atau kompos dan pupuk buatan 20 kg Urea, 50 g SP 36, dan 10 g KCl.

 
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia