Sumber Benih
Kebun Induk
Perbanyakan bahan tanaman jarak pagar dapat dilakukan melalui biji dan setek. Penanaman untuk meproduksi minyak (biji) sebaiknya menggunakan bibit yang berasal dari biji karena tanaman dapat hidup lebih lama dari pada melalui setek. Masalahnya, perbanyakan melalui biji sulit untuk mendapatkan pertanaman yang seragam bila biji dikumpulkan dari pertanaman yang tidak dibudidayakan. Untuk memperoleh tanaman yang seragam dengan produkstivitas yang tinggi, benih (biji atau setek) harus bersumber dari kebun induk (Gambar 6A).
Populasi Tanaman
Kalau kebun induk belum ada, penyediaan biji dan setek dapat dilakukan dengan menyeleksi dari populasi pertanaman yang tersedia (Gambar 6B) dengan persyaratan sebagai berikut :
• Populasi tanaman jarak pagar berumur > 5 tahun yang pertumbuhannya seragam di dalamn satu ekosistem.
• Populasi tanaman bebas dari serangan hama dan penyakit.
• Dari populasi tersebut dipilih tanaman yang mempunyai tandan bunga, tandan buah muda, tandan buah matang dan tandan buah yang sudah kering (Gambar 6C).
• Produktivitas biji kering > 2 kg per tanaman per tahun, setara 5 ton biji kering per hektar per tahun.

A

Gambar 6. Sumber Benih
A = kebun induk, B = tanaman pekarangan, C = tandan bunga, buah muda dan buah tua

Gambar 7. Seleksi Benih
A = buah kering, B = buah matang segar (untuk benih), C = sortasi buah, D = cabang sumber setek, E = calon setek, F = setek
Seleksi Benih
Pada kondisi lingkungan tumbuh yang optimal tanaman jarak berbuah sepanjang tahun dengan periode panen besar 3 kali dalam setahun. Setiap tanaman ditemukan 4 tingkat stadia generatif : bunga, buah muda, buah tua dan buah kering; dan disetiap tandan buah dapat ditemukan 3 stadia umur buah : muda, setengah matang, dan matang.
Biji
• Untuk keperluan benih, sebaiknya diambil dari produksi buah pada panen besar (Gambar 7B).
• Pilih buah matang segar (Gambar 7C) sedangkan buah muda (Gambar 7A1) dan buah matang sudah kering (Gambar 7A3) tidak dipakai untuk benih.
Setek
• Setek diambil dari cabang-cabang yang berpucuk pada bagian yang sudah berkayu (berumur 1 tahun), ditandai dengan warna hijau keabu-abuan (Gambar 7D).
• Ukuran panjang 15 – 30 cm untuk petanaman pada areal yang luas (Gambar 7F), atau 60 – 120 cm bila digunakan sebagai pagar hidup (Gambar 7E). Setek-setek yang sudah diambil hendaknya diletakkan di tempat yang teduh sebelum ditanam di polibag atau langsung di lapang.
• Setek yang dikirim jarak jauh dikemas di dalam karung (Gambar 10A).