Manfaat
Jarak pagar (Jatropha Curcas L) sudah lama dikenal oleh masyarakat kita sebagai tanaman obat dan penghasil minyak lampu, bahkan sewaktu zaman penjajahan Jepang minyaknya diolah untuk bahan bakar pesawat terbang.
Tanaman ini berasal dari daerah tropis di Amerika Tengah dan saat ini telah menyebar di berbagai tempat di Afrika dan Asia. Jarak pagar merupakan tanaman serbaguna, tahan kering, dan tumbuh dengan cepat, dapat digunakan untuk kayu bakar, mereklamasi lahan-lahan tererosi atau sebagai pagar hidup di pekarangan dan kebun karena tidak disukai oleh ternak.
Manfaat lain dari minyaknya selain sebagai bahan bakar juga sebagai bahan untuk pembuatan sabun dan bahan industri kosmetika. Di tengah krisis energi akhir-akhir ini, perhatian kita semua tertuju untuk mencari sumber energi alternatif, terutama sumber energi terbarukan, salah satunya adalah jarak pagar.
Tanaman ini sebelumnya memang tidak mendapatkan perhatian khusus di Indonesia, padahal sangat potensial sebagai penghasil minyak nabati yang dapat diolah menjadi bahan bakar minyak pengganti minyak bumi (solar dan minyak tanah). Hal ini disebabkan kebijakan subsidi yang sangat besar untuk BBM sehingga mengolah minyak jarak tidak menguntungkan. Kini saatnya kita mulai memanfaatkan potensi jarak pagar secara maksimal. Tanaman ini secara umum terdapat di pagar-pagar rumah pedesaan di tanah air, di pekuburan, bahkan tumbuh liar ditepi-tepi jalan. Daerah-daerah yang berpeluang untuk pengembangan tanaman jarak pagar di Indonesia sangat banyak dan luas.
Namun demikian, untuk menjadikan jarak pagar sebagai suatu usaha tani baik skala rumah tangga dan kecil maupun skala menengah dan besar; syarat tumbuh dan teknik budidayanya perlu diketahui dengan baik karena sangat berpengaruh terhadap produkstivitas, yang menurut literatur dapat mencapai 0,5 sampai 12 ton biji kering per hektar per tahun.
Pengembangan jarak pagar untuk pagar dan pencegah erosi dapat dilakukan secara cepat dengan menggunakan stek. Namun untuk menghasilkan minyak untuk bahan bakar, pengembangannya sebaiknya menggunakan biji karena produksinya lebih tinggi dan hidup lebih lama.
Biologi
Tanaman berbentuk pohon kecil atau belukar besar dengan tinggi mencapai 5 meter, cabang-cabangnya bergetah, serta diperbanyak dengan biji dan setek. Biasanya dari biji yang berkecambah tumbuh 5 akar, 1 akar tunggang dan 4 akar cabang, sedangkan bibit yang berasal dari setek tidak mempunyai akar tunggang.
Bentuk daun agak menjari (5 – 7) dengan panjang dan lebar 6 – 15 cm yang tersusun berselang-seling. Tandan bunga berbentuk secara terminal di setiap cabang dan sangat kompleks. Tanaman berumah satu dan bunganya uniseksual, kadang-kadang ditemukan bunga yang hermaphrodit.
Perkawinan dilakukan oleh serangga (ngengat, kupu-kupu) dan bila tidak ada serangga perkawinan harus dilakukan secara buatan. Panen pertama 6 – 8 bulan setelah tanam dengan produktivitas 0,5 – 1,0 ton biji kering per hektar per tahun kemudian meningkat secara gradual dan stabil sekitar 5,0 ton pada tahun ke 5 setelah tanam. Biji berwarna hitam dengan ukuran panjang 2 cm dan tebal 1 cm. Jarak pagar adalah spesies dilpoid dengan 2n = 22 khromosom. Tanaman jarak pagar dan berbagai organnya disajika pada
Gambar 1.
