Biodiesel
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L) sebagai Bahan Pembuatan Enerji-bio di Indonesia Perlu Mengikuti Peta Jalan yang Rasional
 


Beberapa bulan terakhir ini, hampir semua pihak yang memiliki kesempatan berkeinginan mengembangkan tanaman jarak pagar (JP) dengan alasan dan semangat yang bermacam-macam. Dari sisi per-mintaan, ada yang benar-benar berkeinginan untuk menanam dan nantinya akan dijual atau diman-faatkan sendiri, ada pula yang ingin menanam bahkan dengan skala luas, entah nantinya untuk apa hasil panennya, pokoknya tanam dulu.

Yang lebih menarik adalah dari sisi penawaran, karena terdapat begitu banyak pihak yang menyatakan mau dan mampu menyediakan bibit atau benih unggul JP, termasuk teknologinya. Aspek teknologi bisa berupa tersedianya bibit/ benih unggul, termasuk menyatakan mampu menyediakan bibit dari luar negeri, entah kapan masuknya ke negeri ini. Kalau perlu juga dengan menawarkan bahwa bibit/benih unggul dari luar negeri tersebut memiliki hasil biji yang sangat tinggi. Setelah dicermati bahkan lebih tinggi dari sumber bahan tanamannya dari di India sana.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Badan Litbang Pertanian yang selama ini biasanya memberikan rekomendasi atau pendapat boleh tidaknya bahan tanaman tersebut masuk ke Indonesia, belum pernah mengetahui hal itu. Penawaran bibit lewat iklan di media cetak bahkan sudah sering muncul, dengan alamat Bogor dan Situbondo. Undangan seminar, lokakarya, diskusi dan semacamnya telah diterima Puslitbangbun hampir setiap minggu. Bahkan terdapat tawaran latihan pengembangan JP dengan bayaran yang tidak murah.

Semangat "empat lima" seperti itu tentu baik, jika dimanfaatkan secara benar dan proposional. Dengan semangat seperti itu pula Puslitbangbun mencoba menerbitkan lem-baran informasi berkala, untuk memberikan informasi yang faktual berdasarkan percobaan dan kegiatan nyata di lapangan, agar masyarakat tidak terbuai oleh biasnya wacana yang berkembang, baik karena sengaja maupun tidak, sekaligus untuk meluruskannya.

Di dunia litbang, terdapat kata-kata acuan tak resmi, bahwa kita boleh salah, tetapi tidak boleh bohong. Kira-kira begitulah yang akan dicoba untuk disampaikan dalam lembaran informasi ini. (Bambang Prastowo/Kepala Puslitbang Perkebunan

Tanggal Tayang : 16-6-2006
Sumber : Infotek Jarak Pagar Volume 1, Nomor 1, Januari 2006

   
 
 
                                 Ke Artikel Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia