Pengaruh Ketuaan Buah Jarak Pagar Terhadap Kandungan Minyak
Tingkat kemasakan buah jarak pagar mempengaruhi kandungan minyak. Buah jarak pagar dijumpai beberapa tingkatan dalam satu ranting yaitu (1) buah muda ditandai dengan kulit buah berwarna hijau muda,biji berwarna putih, daging biji belum terbentuk masih berupa air yang keruh, biji ini belum mengandung minyak, (2) buah setengah tua ditandai dengan kulit buah berwarna hijau, kulit biji berwarna coklat muda keputih-putihan, daging biji telah terbentuk namun masih lunak, biji juga belum mengandung minyak, (3) buah tua, ditandai dengan kulit buah berwarna hijau tua, biji berwarna hitam dan keras, biji telah mengandung minyak walaupun masih rendah, (4) buah masak kulit buah berwarna kuning sampai hitam, biji telah berwarna hitam mengkilat dan keras, kandungan minyak paling tinggi, dan (5) buah lewat masak, buah telah kering atau telah jatuh, tergantung pada kondisi lingkungan, jika kondisi kering maka buah dapat tergantung di pohon selama 2-3 bulan ditandai dengan kulit buah telah mengering dengan warna coklat kehitaman. Sedang jika kondisi basah, buah akan jatuh dan berkecambah kondisi demikian kandungan minyak sangat rendah.
Hasil penelitian Balittas (Yeyen dkk 2006) menunjuk-kan bahwa panen buah pada tingkat 4 buah masak, memberikan hasil minyak tertinggi yaitu 30,32% untuk buah berwarna kuning dan 31,47% untuk buah hitam sedang buah pada tingkat 3 buah tua dengan kulit berwarna hijau tua dan biji berwarna hitam kandungan minyaknya hanya 20,70%. Lokasi/daerah asal panen Jember Selatan, Malang dan Lombok Barat tidak berpengaruh terhadap kandungan minyak ( Sumanto/Peneliti ).
Tanggal Tayang : 22-6-2006
Sumber : Infotek Jarak Pagar Volume 1, Nomor 3, Maret 2006