Biodiesel
   
   
   
   
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
   

Monitoring Hama Jarak Pagar

 


Walaupun tanaman jarak pagar dikenal sebagai tanaman yang beracun dan mempunyai sifat-sifat sebagai pestisidal, tetapi beberapa hama dan penyakit dilaporkan telah menyerang tanaman ini dan menimbulkan kerusakan ekonomis pada perkebunan jarak. Laporan tersebut sebagai peringatan yang perlu menjadi perhatian kita, sebelum hal tersebut menimpa perkebunan jarak pagar yang sedang kita kembangkan.

Sewaktu Puslitbang Perkebunan melakukan eksplorasi ke berbagai daerah ditemukan berbagai hama yang menyerang daun dewasa, seperti kutu daun yang mengakibatkan daun mengering (A). Demikian pula pemakan daun di pembibitan dan tanaman muda (B) di lapangan. Walaupun belum diketahui secara ekonomis hama tersebut merugikan atau tidak belum diketahui, pengamatan secara terus menerus perlu dilakukan sehingga secara dini dapat dilakukan pengendaliannya.

 


Untuk mengetahui jenis-jenis serangga dan musuh alaminya yang berkembang dipertanaman jarak pagar, baik di pembibitan, tanaman muda dan dewasa maka di Kebun-Kebun Induk Jarak Pagar lingkup Puslitbang Perkebunan telah dipasang peralatan (C) untuk itu.. Hasil pengamatan sementara di Kebun Induk Pakuwon , Sukabumi, ditemukan musuh alami yang cukup banyak, sehingga pengendalian dengan pestisida kimia untuk sementara belum diperlukan.

Selain di Kebun-Kebun Induk Jarak Pagar Puslitbang Perkebunan, monitoring hama jarak pagar juga akan dilakukan di kebun-kebun lain elalui kegiatan kerjasama, seperti di kebun PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di Jatitujuh, Majalengka. ( Zainal Mahmud/Peneliti Utama )

Tanggal Tayang : 22-6-2006
Sumber : Infotek Jarak Pagar Volume 1, Nomor 3, Maret 2006

 
 
Ke Artikel Sebelumnya                                     Ke Artikel Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia