Biodiesel
   
   
   
   
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
   

Solusi Mendadak dari Jarak

 


Demam menanam jarak terjadi dimana-mana.Ini gara-gara harga mnyak mentah terus meroket.Seberapa jauh biji jarak bisa menggantikan bahan bakar minyak solar dan minyak tanah ?

Tiga kendaraan mobil melakukan road show dari Amtabua NTT-Jakarta sepanjang 3.200 km. Acara yang di- pelopori Majalah Geographic Indone­ sia yang bekerja sama dengan ITB, PT Bio Chem Prima Internaasional dan PLN itu mencoba tiga mobil je- nis yang sama, tapi menggunakan komposisi bahan bakar yang berbeda. Kendaraan pertama mengunakan bahan bakar solar 100%. Kendaraan kedua menggunakan bahan bakar so­ lar 50% dan biofuel dari biji jarak 50%. Sedang kendaraan ketiga 100 persen menggunakan minyak jarak. Hasilnya berdasarkan keterangan Prabowo, selaku ketua penyelenggara acara itu, mengatakan, mimyak jarak layak dipakai untuk kendaraan ber-motor dan cukup irit. Sebagai gam- baran, mobil yang menggunakan mi­nyak jarak 100% menghabiskan mi­nyak 312,75 liter, 50% minyak, so­lar 50%-50% minyakjarak, mengha­ biskan 325,5 liter dan 100% solar 286,5 liter. Perjalanan ini diluar jarak Bandung Jakarta.

"Selain irit, minyak jarak juga bisa menjaga mesin," tambahnya.

Dengan kata lain, dari peristiwa ini, setidaknya kita sudah mendapat- kan gambaran, bahwa minyak jarak pagar memang bisa dipergunakan un­ tuk menggantikan solar. Walau dalam uji coba tersebut, penggunaan minyak jarak 100 persen sedikit lebih boros ketimbang dengan solar. Tapi masalah- nya bukan di situ. Yang penting, bukti bahwa minyak jarak 100 persen bisa diproduksi di Indonesia dan bisa di- posisikan untuk menggantikan solar.

Dan, keberhasilan ekspedisi itu. hanyalah sekulemit cerita tentang be- tapa potensinya tentang minyakjarak sebagai alternatif bahan bakar mi­ nyak solar di Indonesia. Dan, cerita- cerita lain, bahkan berbagai analisa tentang potensi biji jarak sebagai ba­han alternatif minyak mentah akan terus bermunculan. Bagaimana ha­silnya masih memerlukan waktu.

Memang sejak pemerintah menaikkan harga BBM 1 Oktober 2005, pemerintah telah memutuskaharus ada bahan energi alternatif se­ bagai pengganti minyak mentah. Pada awalnya, fokus program pemerintah adalah menggarap briket batubara sebagai pengganti minyak tanah. Namun belakangan program briket batubara tak banyak terdengar. Yang muncul justru program pemakaian gas sebagai pengganti minyak tanah.

Program berikutnya adalah pengembangan biodiesel yang berbahan baku dari minyak sawit dan minyakjarak. Soal biodiesel ini, jauh sebelumnya beberapa kalangan telah merintis, termasuk Badan Pengkajian dan Penelitian Teknologi (BPPT). Tapi karena, energi biodiesel belum menjadi energi resmi (sah), produk- sinya masih sangat terbatas. Sayang- nya lagi, program pengembangan biodiesel juga tersendat. Penyebab- nya, di antaranya biaya produksi bio- disel masih terasa tinggi sehingga ke- mungkinan akan sulit dipasarkan se-cara massal.

Biodisel juga tidak bisa menggan­ tikan solar 100% dan hanya sebagai campuran 10-20%. Dalam produksi- nya pun masih memerlukan proses transesterefikasi yang memerlukan bahan etanol sehingga terjadi pem- bengkakan biaya Rp 1.000/liter.

Lantas, akhirnya pemerintah me- nentukan biofuel, energi yang ber­bahan baku dasar dari komoditi ini menjadi pilihan. Dan, komoditi itu pi-lihan utamanya adalah pada biji jarak. Tak kurang dari Presiden Susilo Bam- bang Yudhoyono yang aktif ikut mengkampanyekan bahan bakar ini. Dampaknya memang luar biasa. Demam menanam jarak, khususnya jarak pagar luar biasa. Berbagai pe- neliti dari berbabagi perguruan tinggi juga bicara dan melakukan analisa. Semoga, program ini tidak ketularan oleh program-program pecari alterna­tive bahan baker minyak mentah se­belumnya, yaitu hanya marak dalam wacana dan kecil dalam realisasinya. Untuk mengetahui seberapa jauh minyakjarak sebagai energi alterna­tive potensial, berikut paparan KOMODITI. Dalam laporan ini, kami mencoba menuangkan lagi beberapa tulisan yang sebelumnya telkah kami sajikan dengan alasan, tulisan tersebut angat relevan dengan laporan ini. (Yon)

 
  Tanggal Tayang : 31-10-2006
Sumber : Majalah Komoditi edisi IX/TH II/ 11 September
 
 
Ke Artikel Sebelumnya                                     Ke Artikel Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia