Biodiesel
   
   
   
   
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
   

Butuh Investasi 30 Millar Dolar AS

 


Jika minyak jarak pagar {jatrophacurcas) akan dijadikan bahan altematif pengganti solar, bagaimana geliat bisnisnya? Dan, berapa investasi yang diperlukan. Potensinya cukup mencengangkan, mencapai 30 miliar dolar AS.

eneliti tanaman jarak pagar dari Departemen Teknik Kimia Pusat Bioteknologi ITB, Dr Robert Manurung menge- mukakan, potensi minyak jarak pagar sebagai pengganti minyak solar sung- guh luar biasa. Sementara berbagai analisa lain juga menggambarkan, dari segi potensi produksi, Indonesia yang saat ini mengonsumsi solar men­ capai 10 juta liter per tahun, dapat di- ganti dengan minyak jarak dari dalam negeri.

Dari segi harga, minyak jarak juga jauh lebih murah dibandingkan solar. Terlebih jika nanti pemerintah tidak memberikan subsidi minyak solar yang harganya mencapai Rp 5.600/liter, maka harga minyak jarak hanya berkisar Rp 3.500/liter. Dengan demikian, selisih harga antara harga solar dan harga minyak jarak adalah 3.000/liter. Jika dikonversi dengan penggunaan solar yang mencapai 10 juta liter/tahun, maka negara bisa menghemat mencapai 30 triliun per tahun.

Untuk bahan baku menurut Dr, Robert Manurung Indonesia saat ini terdapat lahan kritis sekitar 30-40 juta hektar. Lahan tersebut bisa ditanami jarak dengan menghasilkan setiap 3 kg biji jarak equivalent 1 liter minyak jarak sedang harga biji jarak saat ini per kilogramnya sekitar Rp 500,-. De­ ngan kata lain, bahan baku untuk ke-butuhan 1 liter minyak jarak diperlu­ kan Rp 1.500,- untuk pembelian ba­ han baku biji jarak. Di tambah dengan biaya-biaya lain diperkirakan biaya produksi minyak jarak berkisar Rp 2.500-Rp 3.000/liter sedang harga mi­ nyak jarak ke umum berkisar 3.500- 4.000,-/liter. Jelas harga tersebut lebih murah dibanding harga solar yang saat ini Rp 4.350,-(harga subsidi) atau harga Rp 6.500,- (harga non-subsidi).

Namun demikian, untuk mereali- sasi rencana besar dan keberhasilan- nya, memang diperlukan dana inves­tasi yang tidak kecil, yaitu sekitar 30 miliar dolar AS. Dana tersebut sudah untuk investasi dari hulu ke hilir. Dan, sejauh ini, kata dia, sudah ada bebe-rapa perusahaan yang akan mengin- vestasikan dananya di antaranya adalah Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), perusahaan milik Tommy Soeharto, Jatrofa Plantantions, Farm Energi, Bio Chem Prima Internasional dan sejumlah perusahaan lain. Sedang Robert Manurung sendiri juga telah memberanikan investasi sebesar 1 miliar dolar AS.

Bukan Tanaman Asing

Menurut Rober Manurung, ta­ naman jarak pagar bukanlah tanaman yang asing bagi sejumlah penduduk

di Indonesia. la dapat tumbuh dengan cepat hingga mencapai ketinggian enam meter dan tahan terhadap keke- ringan sekalipun di daerah tandus.

Umur jarak pagar dapat mencapai 50 tahun. la mulai berbuah pada umur 6 bulan dan produktivitasnya akan stabil setelah usia tanaman mencapai 1-3 tahun. Buah jatropha berbentuk elips dan memiliki panjang sekitar dua sentimeter, mengandung tiga biji per buahnya.

Pada umumnya seluruh bagian ta- namannya beracun sehingga tanaman ini hampir tidak memiliki hama . Na- mun, serangan hama dan penyakit berpotensi muncul ketika penanaman pada skala luas dengan sistem mo- nokultur. Untuk menghindarinya diterapkan sistem tumpang sari.

Jarak pagar sempat dilupakan or-ang. Sebab, penelitian mengenai mi- nyak biji jarak yang banyak dilakukan hingga saat ini hanya berpusat pada minyak biji jarak jenis

Ricnus communis. Jarak jenis ini telah lama dikenal dengan pemanfaat- an minyak biji nya yang sering disebut Castor Oil sebagai bahan pelumas mesin.

Sejatinya, jarak pagar memiliki pe- manfaatan yang amat besar. Minyak bi- jinya dapat dimanfaatkan sebagai peng- ganti bahan bakar minyak diesel untuk sistem pembangkit listrik dan bahan bakar kendaraan bermesin diesel.

Bungkil bijinya setelah melalui proses detoksifikasi dapat dimanfaat­ kan untuk pakan ternak dan atau in- dustri berbasis protein, dan kulit biji­nya melelui proses pirolisis dapat di- konversi menjadi bahan bakar cair pengganti minyak berat (residu) atau minyak tanah untuk kebutuhan indus-tri dan rumah tangga. Minyak juga da­pat dipakai sebagai bahan bakar pene- rangan untuk kebutuhan masyarakat.

Pengolahan

Buah jarak pagar dipanen ketika 75% buah di sebuah tangkai menge-ring dan sisa buah lainnya berwarna kuning kehijauan. Ciri buah yang te­ lah kering adalah bila batas antar ruang biji-satu buah terdiri atastiga biji-tampak jelas bergaris. Buahnya yang dapat berjumlah 10-15 buah pa­da satu tangkai tidak matang secara serempak. Jika menunggu kering se-luruhnya, dikhawatirkan buah yang dulu kering akan pecah dan biji pun berhamburan. Seluruh hasil panen di-jemur dibawah sinar matahari lang- sung selama 1-2 hari. Kadar air ideal adalah 6%. Setelah itu biji diambil satu persatu dan dikumpulkan di tem- pat penyimpanan.

Biji jarak pagar kemudian dikukus pada suhu 170°C selama 30 menit. Se­ telah itu digerus dengan mesin untuk melepaskan daging biji dan kulit biji dan dipisahkan melalui alat pemisah- an. Daging biji yang telah terpisah dari kulit biji kemudian dilumatkan dan dikempa menggunakan mesin alat tekan (press) untuk mendapatkan minyaknya.

Pada tahun 2003 Pusat Penelitian Bioteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang dipimpin oleh Dr. Robert Manurung telah berhasil membuat alat khusus yang dapat memisahkan kadar asam lemak bebas (Free Fatty Acid/FFA) yang terbilang tinggi pada minyak jarak. Mereka berhasil pula menekan kandungan air dalam minyak jarak sampai ambang batas minimal, untuk digunakan pada mesin-mesin statis (mesin diesel in- dustri), tanpa penambahan zat apapun kedalamnya. Hasilnya, mereka me- namakan penemuan tersebut: Minyak jarak murni (pure jatrophaoil).

Mengapa Minyak Jarak Murni?

Robret Manunrung yang aktifme- lakukan berbagai event tentang mi­ nyak jarak, termasuk Jatrofa Ekpe- dition 2006 menegaskan, minyak jarak yang digunakan dalam Jatropha Expedition 2006 adalah produk murni dari pengolahan biji jarak. Kadar asam lemak bebas (FFA) dalam mi­ nyak jarak murni berhasil ditekan hingga 0,077 persen dan kadar fosfor 0,35 ppm. Ini terendah di dunia, tanpa penambahan zat apapun.

Pemakaian minyak jarak murni akan menekan ongkos produksi bahan bakar minyak sehingga harga jual menjadi lebih murah, lebih mudah dibuat dan rendah polutan berbahaya. Penambahan metanol pada pengolah­ an minyak jarak memang akan meng- hilagkan FFA, namun minyak jarak akan menjadi metal ester atau terma­ suk biodiesel. Penambahan ini akan menyelapkan banyak keunggulan ja­rak. Prosesnya pun lebih rumit dan lebih beresiko.

Bila digunakan sebagai bahan bakar kendaraan mesin diesel, mi­ nyak jarak murni membutuhkan converter yang dipasang pada ba­ gian mesin. Dalam ekspedisi ini seluruh hasil uji coba, keunggulan maupun kelemahan, akan terdo- kumentasi dengan baik.

Berikut perbandingan kemudahan penanganan, biaya Produksi, dan proses produksi dari minyak jarak murni, minyak jarak dicampur minyak diesel, dan biodiesel

 
  Tanggal Tayang : 31-10-2006
Sumber : Majalah Komoditi edisi IX/TH II/ 11 September
 
 
Ke Artikel Sebelumnya                                     Ke Artikel Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia