Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
   
   
   
   
   
   
   
Perlukah Jarak Pagar Dipupuk
 


Sejak “demam” bertanam jarak melanda negeri kita tahun lalu, banyak informasi tentang tanaman ini yang menyesatkan atau setidak-tidaknya diterima pembaca dengan persepsi yang keliru. Hal Ini sangat wajar, karena banyak orang atau pihak yang mendadak sontak menjadi “akhli” jarak pagar, lalu memanfaatkan situasi demam ini untuk kepentingan sesaat. Salah satu pernyataan yang sering kita dengar adalah “tanaman jarak pagar cocok atau sesuai untuk lahan marginal”. Pernyataan ini tidak lengkap atau tanpa penjelasan, sehingga dapat menimbulkan persepsi keliru. Konsepsi lahan marjinal berkaitan dengan beberapa kendala berproduksi tanaman, misalnya miskin hara, solum tipis, tanah berbatu, kekeringan, dan lain-lain, istilah awamnya “tanah kurus”.

Dalam konteks budidaya tanaman, konsep “cocok atau sesuai” artinya tanaman tersebut dapat berproduksi optimal sesuai potensi genetiknya atau setidaknya memiliki potensi untuk berproduksi tinggi dengan kendala minimal. Jadi pernyataan “cocok atau sesuai” tersebut dapat menimbulkan persepsi bagi kaum awam bahwa dapat ditanam tanpa input pupuk atau pupuk minimal, sehingga kemudian hari mereka kecewa. Kekecewaan ini diperparah oleh ekspektasi berlebihan yang dipicu oleh hitungan para “akhli”(banyak yang tidak berlatar belakang pertanian) tersebut bahwa produktivitas jarak pagar 10 ton/ha/th. Memang benar bahwa jarak pagar memiliki daya adaptasi yang sangat lebar, tetapi harus dibedakan antara “berproduksi baik” dan “tumbuh baik”. Foto-foto berikut menunjukkan secara kontras antara tanaman yang mendapat pupuk yang cukup dan yang tidak, antara yang diberi pupuk kompos yang tinggi dan hanya pupuk biasa.

Foto-foto diambil di lahan yang tidak tergolong marginal di salah satu lokasi di Jawa Barat, pada saat tanaman berumur sekitar 7 bulan.

 
 
 


Pesan kuat yang ingin disampaikan bahwa untuk mencapai proktivitas optimal sesuai potensi genetiknya, tanaman jarak juga memerlukan pupuk. Berapa banyak yang diperlukan, tergantung kondisi setempat. Sementara gunakan takaran yang digunakan di luar negeri dengan penyesuaian berdasarkan judgement dari mereka yang mengerti atau berpengalaman. Kita terpaksa harus sabar menunggu hasil penelitian dari para pakar pemupukan untuk berbagai kondisi di tanah air. Dengan demikian, maka yang tepat adalah bahwa tanaman jarak dapat “tumbuh” di lahan marginal atau “cocok” dikembangkan di lahan marginal dengan syarat

Tanggal Tayang : 22-6-2006
Sumber : Infotek Jarak Pagar Volume 1, Nomor 3, Maret 2006

   
 
 
Ke Artikel Sebelumnya                                     Ke Artikel Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia