Biodiesel
   
 Bioethanol
   
 Biomass
   
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
Bioethanol, Alternatif Energi Terbarukan: Kajian Prestasi Mesin dan Implementasi di Lapangan
 
Kontinuitas penggunaan bahan bakar fosil (fossil fuel) memunculkan - paling sedikit Edua ancaman serius: (1) faktor ekonomi, berupa jaminan ketersediaan bahan bakar fosil untuk beberapa dekade mendatang, masalah suplai, harga, dan fluktuasinya (2) polusi akibat emisi pembakaran bahan bakar fosil ke lingkungan. Polusi yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil memiliki dampak langsung maupun tidak langsung kepada derajad kesehatan manusia
Tanggal Tayang : 15-6-2006
Sumber : Berita Iptek

  ===============================================================
Mobil Bioethanol
Kapan Melaju Massal di Jalan Raya?
 
Siapa bilang Indonesia belum siap di bidang bahan bakar alternatif? Satu lagi solusi menarik, bahan bakar bioethanol untuk kendaraan roda empat, bahkan sudah ada kendaraan yang layak menggunakannya.
Tanggal Tayang : 15-6-2006
Sumber : Berita Iptek
 
===============================================================
Mobil Bioethanol
Kapan Melaju Massal di Jalan Raya?
 
Siapa bilang Indonesia belum siap di bidang bahan bakar alternatif? Satu lagi solusi menarik, bahan bakar bioethanol untuk kendaraan roda empat, bahkan sudah ada kendaraan yang layak menggunakannya.
Tanggal Tayang : 15-6-2006
Sumber : Sinar Harapan
  ===============================================================
 

Teknologi produksi bioethanol berikut ini diasumsikan menggunakan jagung sebagai bahan baku, tetapi tidak menutup kemungkinan digunakannya biomassa yang lain, terutama molase.Secara umum, produksi bioethanol ini mencakup 3 (tiga) rangkaian proses, yaitu: Persiapan Bahan baku, Fermentasi, dan Pemurnian
Tanggal Tayang : 15-6-2006
Sumber : Migas Indonesia-Online

  ===============================================================
Minyak Nabati, Energi Ramah Lingkungan
 
Krisis minyak dan melonjaknya harga minyak dunia hingga 65 dolar per barel berpengaruh besar terhadap kebutuhan energi banyak negara. Dari sisi lingkungan, melonjaknya harga minyak dan semakin menipisnya persediaan minyak dunia membuat berkurangnya emisi karbon yang masuk ke dalam atmosfer. Bahkan, penggunaan minyak yang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan kini semakin gencar dilakukan. Oleh karena itu, tak pelak ahli-ahli energi dunia terus-menerus meneliti tumbuh-tumbuhan sebagai pengganti BBM. Seperti apa bahan energi dari tumbuhan itu? Apa fungsinya bagi kehidupan masyarakat?
Tanggal Tayang : 19-6-2006
Sumber :

  ===============================================================
 
Ratna Ariyanti (Direktur Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi) mengatakan: “ Saat ini untuk pengesahan standardisasi biofuel jenis biodiesel dan bioethanol tinggal menunggu keputusan Dewan Standarisasi Nasional (DSN)”.
Tanggal Tayang : 19-6-2006
Sumber : Kadin
  ===============================================================
 
Sejak Menteri Negara Riset dan Teknologi Dr. Kusmayanto Kadiman melaunching bahan bakar Gasohol BE-10 pada akhir Januari 2005 yang kemudian didukung dengan terjadinya kenaikan harga minyak mentah dunia sampai menyentuh US$70/barel, maka bioetanol telah mendapat publikasi yang luas melalui berbagai media 000 cetak dan el ektronik maupun pada pameran-pameran yang digelar pada tahun ini.
Tanggal Tayang : 26-6-2006
Sumber :

  =======================================================================
 
Seiring dengan menipisnya cadangan energi BBM, jagung menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan ethanol (bahan pencampur BBM). Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan.
Tanggal Tayang : 27-6-2006
Sumber :
  ===============================================================
  Minyak bioethanol dan biodiesel hasil olahan dari tumbuh-tumbuhan menjadi alternatif utama untuk dikembangkan menjadi pengganti bahan bakar fosil (dari minyak bumi) di dunia dan akan banyak memberi keuntungan bagi manusia dan lingkungan.
Tanggal Tayang : 27-6-2006
Sumber : Republika Online
  ===============================================================
5 Perusahaan Serius Garap Bioethanol
  Jakarta - Lima perusahaan lokal telah serius menggarap ethanol (tetes tebu) dengan membangun pabrik bioethanol sebagai bahan pencampur premium.
Tanggal Tayang : 15-9-2006
Sumber :
  ===============================================================
Itochu Garap Sawit dan Pabrik Etanol Senilai Rp2,6 Triliun
  Perusahaan trading house terbesar di Jepang, Itochu akan berinvestasi di bisnis etanol sekaligus menggarap perkebunan kelapa sawit senilai US$290 juta atau Rp2,6 triliun melalui PT Itochu Indonesia.
Tanggal Tayang : 15-9-2006
Sumber :
   
 
 
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia