JAKARTA--MIOL: Indonesia memiliki total lahan kritis 21.944.595,7 hektare yang dapat ditanami tanaman Jarak Pagar ("Jatropha Curcas"), jenis tanaman yang dapat diolah menjadi biodisel atau bahan bakar nabati pengganti solar.
"Jarak pagar bisa ditanam di lahan rusak yang tidak bisa ditanami tanaman apapun," kata Ketua Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Soni Solistia Wirawan M Eng, usai Seminar "Business Opportunities of Biodiesel into the Fuel Market in Indonesia" di Jakarta, Rabu.
Potensi lahan kritis tersebut antara lain di Riau mencapai 4,56 juta hektare, Sumsel 2,28 juta hektare, Bengkulu 1,045 juta hektare, Kalbar 1,81 juta hektare, Kalteng 1,7 juta hektare, NTT 1,05 juta hektare, dan Papua 1,72 juta hektare.
Pohon jarak, jelasnya, mampu tumbuh pada jenis lahan potensial kritis, agak kritis, kritis bahkan sangat kritis. Namun Soni menyarankan Jarak ditanam di lahan kritis dan sangat kritis karena lahan yang lainnya dapat ditanami tanaman lain.
Sebenarnya, ujar Soni, bahan baku biodiesel bisa dari berbagai jenis tanaman seperti kelapa sawit, jagung, singkong, dan tanaman sejenisnya, namun tanaman-tanaman tersebut lebih baik dimanfaatkan sebagai bahan baku minyak goreng atau pangan.
Sedangkan jarak pagar, lanjutnya, merupakan tanaman beracun yang tak dimanfaatkan namun memiliki kelebihan mudah untuk ditanam.
Ia juga mengatakan, untuk memenuhi target produksi biodiesel nasional pada 2009 sebesar 720 ribu kilo Liter, dibutuhkan investasi Rp1,9 triliun baik untuk membangun usaha skala kecil maupun skala komersial.
Soni mengatakan, walau biaya investasi usaha komersil lebih besar dibanding usaha kecil namun biaya produksi per liter usaha komersial lebih murah dibanding yang skala kecil.
Soni mencontohkan, untuk skala usaha biodiesel dengan kapasitas produksi hanya 500 ton per tahun yang investasinya masing-masing Rp1,5 miliar maka biaya produksi biodiesel Rp1.500 per liter.
Sedangkan untuk skala besar dengan kapasitas produksi 100 ribu ton per tahun dengan investasi Rp130 miliar, biaya biodiesel hanya Rp600 per liter.
Sementara itu, Wakil dari Perusahaan Biodiesel di Eropa Barat, Energea, Ergun, mengatakan, pasar biodiesel di Eropa cukup besar yakni mencapai 5.950 kilo ton pada 2006 dan akan menjadi 13.450 kilo ton pada 2010.
Prancis adalah pasar terbesar biodiesel di Eropa yang pada 2006 mencapai sekitar 700 ribu ton
Tanggal Tayang : 29-6-2006
Sumber :Media Indonesia Online