BENGKULU, KOMPAS - Guna merespons program pengem-bangan tanaman jarak pagar se-cara nasional, Pemerintah Provinsi Bengkulu kini mulai mengembangkan tanaman yang bisa menjadi energi alternatif itu.
Sebagai tahap awal, jarak pagar mulai ditanam pada lahan sekitar 100.000 hektar di sepanjang jalan negara lintas barat Sumatera. Pemerintah provinsi (pemprov) kini menyediakan bibit unggul jarak dari India yang dibagikan gratis untuk masyarakat. Jarak yang ditanam tersebut bisa dijadikan sumber bibit unggul.
Gubernur Bengkulu Agusrin M Najamuddin yang dihubungi di Bengkulu, Jumat (31/3), meng-ungkapkan, penanaman jarak berskala besar ini merupakan sa-lah satu program strategis Pemprov Bengkulu. Selain untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan, program itu diharapkan berdampak positif pada pening-katan pendapatan petani.
Dia mengatakan, potensi lahan tidur mencapai lebih dari 250.000 hektar. Di masa men-datang, pemanfaatan lahan tidur akan diintensifkan melalui penanaman jarak pagar terpadu.
"Masyarakat tidak perlu kha-watir prqduksinya tidak akan ter-serap pasar. Berdasarkan kajian para ahli, energi biodiesel dari tanaman jarak dapat dijadikan sebagai energi alternatif di masa mendatang. Khusus untuk pro-duk jarak di Bengkulu, sejumlah investor sudah menyampaikan komitmennya," katanya.
Pemprov Bengkulu, kata Agusrin, menyadari bahwa potensi ba-han tambang, terutama yang bisa dijadikan sumber energi, di da-erah ini sangat terbatas. Semen-tara itu, yang masih dimiliki Bengkulu adalah sumber daya alam berupa lahan potensial untuk perkebunan serta ratusan ri-bu hektar lahan tidur. (ZUL)
Tanggal Tayang : 5-7-2006
Sumber :
KOMPAS