PADANG , KOMPAS - Seluas 35.000 hektar dari sekitar 200.000 hektar lahan kritis di Sumatera Barat akan dikembang-kan menjadi kebun tanaman jarak (jetrova curcus) yang bu-ahnya dapat diolah menjadi biodiesel, energi alternatif masa depan. Enam bupati di Sumatera Barat akan menandatangani komitmen dengan investor, pada tahap awal akan diinvestasi se-besar Rp 300 miliar.
"Investor sudah mulai melaku-kan pembibitan. Tinggal komitmen untuk penyediaan lahan. Dari potensi sekitar 200.000 hektar lahan kritis, tahap awal sudah ada 35.000 hektar. Investor minta kepastian antara lain soal lahan yang dicadangkan dan pola kerja sama dengan masyarakat," kata Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Selasa (13/12) di Padang .
Menurut Gamawan, prospek untuk mengembangkan bahan baku energi ramah lingkungan itu sangat bagus dibandingkan dengan kelapa sawit. Bahkan, lahan kritis yang selania ini menjadi lahan telantar bisa didayaguna-kan. "Satu tahun tanaman jarak sudah berbuah dan tahun ketiga puncak panen. Tanaman jarak bisa berproduksi sampai umur 30 tahun dan sangat baik untuk kon-servasi tanah," ungkapnya.
Dengan dikembangkannya biodiesel, ada jaminan energi untuk bangsa. Sebab, seiring dengan langkanya minyak bumi, harga bahan bakar minyak semakin tinggi. Buktinya, saat ini Indonesia mengimpor 7 miliar liter solar per tahun (30 persen ke-butuhan nasional).
Gamawan melukiskan, jika dua persen dari konsumsi solar ne-gara kita disubstitusi dengan biodiesel produksi dalam negeri,per tahun dibutuhkan 720.000 kiloliter biodiesel, atau sama dengan 200.000 hektar lahan tanaman jarak. Dari pengurangan 720.000 ton impor solar itu, se-tidaknya dapat dihemat devisa Rp 2,9 triliun.
"Bagi Sumbar, arti penting investasi untuk produksi biodiesel ini adalah selain memanfa-atkan lahan kritis dan sebagai energi alternatif masa depan, juga sebagai program pengentasan ke-miskinan dan juga mengurangi dampak sosial pengangguran • yang relatif tinggi di daerah ini. Setidaknya, industri biodiesel menyerap 35.000 tenaga kerja," Gubernur Gamawan menjelas-kan.
Gamawan menuturkan, rakyat juga bisa menanam jarak di lahan sendiri. Produksi buah jarak di-pastikan akan ditampung peng-usaha
Tanggal Tayang : 6-7-2006
Sumber :
KOMPAS