Surabaya-Departemen Perindustrian telah menciptakan mesin yang mampu memproduksi cocodiesel dari bahan kelapa. Cocodiesel tersebut sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar yang ramah lingkungan.
Menurut Kepala Bidang Pengembangan Usaha Departemen Perindustrian Raharjo, ketika ditemui di sela-sela pameran energi alternatif di Grahadi, Kamis (13/7), mesin ini digagas sebagai alternatif jawaban untuk mengatasi mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia yang terus merangkak naik.
“Minyak cocodiesel ini memiliki emisi rendah, titik nyalanya tinggi, dan senyawa mono alkil ester dari trigliserida ester cukup baik. Di samping itu, cocodiesel mempunyai sifat mudah terurai, tidak beracun, dan tidak mengeluarkan asap, sehingga aman dipakai serta ramah lingkungan,” jelas Raharjo.
Mesin pengolah buah kelapa menjadi minyak cocodiesel dengan harga antara Rp 10-40 juta per unitnya itu, produksinya masih terbatas. Dari kualifikasinya, mesin tersebut mampu mengolah 200-1.000 buah kelapa yang dapat menghasilkan 200-500 liter minyak cocodiesel.
“Pemasaran minyak ini masih terbatas pada kapal dan perahu-perahu bermotor yang menggunakan mesin diesel. Sedangkan harga minyak masih bervariasi. Bila harga kelapa Rp 300/butir maka cocodiesel dijual dengan harga Rp 5.000/liter,” tandasnya.
Raharjo berharap pengembangan teknologi mesin ini dapat membangkitkan industri kecil di daerah sentra penghasil kelapa, sehingga dapat menyerap tenaga kerja dan menghasilkan wirausaha baru di Indonesia, khususnya di Jatim dan dapat mendorong ekspor.
“Indonesia merupakan negara penghasil kelapa yang sangat besar di dunia dengan areal seluas 3,7 juta hektare dengan peroduksi 2,8 juta butir kelapa sekali panen. Karena itu kini saatnya kita mengelola kelapa menjadi energi alternatif pengganti solar,” paparnya.
Tanggal Tayang : 9-11-2006
Sumber : Sinar Harapan