SURABAYA: Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (Ika ITS) Surabaya akan membangun kilang biodiesel dari biji jarak pagar di Surabaya berkapasitas 30 ton per hari, dengan investasi Rp8,5 miliar.
Pembangunan kilang biodiesel itu langkah lanjut setelah kalangan alumnus ITS menghasilkan produk biodiesel INABF 100 yang diklaim mampu menggantikan solar 100%.
Ketua Ika ITS Kristiono mengatakan, pengoperasian kilang biodiesel itu akan dilengkapi stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di lingkungan kampus ITS di Sukolilo, Surabaya.
"Sudah ada investor yang menyiapkan modal Rp8,5 miliar untuk mewujudkan secepatnya pemrosesan biodiesel berbahan baku biji jarak pagar dan SPBU percontohan di kampus ITS," ujarnya, akhir pekan lalu.
Menurut Kristiono, kilang yang akan dioperasikan itu dirancang berkapasitas 30 ton per hari, sedangkan harga jual minyak jarak diperkirakan berkisar Rp3.000 hingga Rp3.500 per liter.
Ika ITS pekan lalu melakukan ujicoba penggunaan bahan bakar biodiesel INABF 100 pada kendaraan roda empat yang diberangkatkan dari Jakarta menuju Surabaya.
Peneliti senior Pusat Studi Kebijakan Industri dan Teknologi Ika ITS Gatot Ibnusantosa menilai produksi biodiesel berbahan baku biji jarak lebih prospektif dibanding energi alternatif lainnya, mengingat Indonesia mampu membudidayakan komoditas itu dalam jumlah besar.
Itu berdasar komitmen Presiden SBY dalam mengembangkan energi pengganti bahan bakar fosil melalui Inpres No.1/2006 dan Keppres No.5/2006 tentang keharusan pemerintah daerah di seluruh Indonesia untuk menyediakan lahan dan anggaran bagi pembudidayaan pohon jarak.
Tanggal Tayang : 13-11-2006
Sumber : Bisnis Indonesia