Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   

Fine Chemical dan Tenov uji coba minyak jarak

 

SEMARANG: PT Fine Chemical Interindo (FCI) bekerja sama dengan Pusat Studi Kebijakan Industri dan Teknologi (Tenov) di bawah Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya mulai menguji coba penggunaan minyak jarak pagar sebagai pengganti solar.

Tunggul Ardi, Dirut FCI, mengatakan uji coba bahan bakar alternatif itu dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermesin diesel yang menempuh jarak 1.800 km antara Jakarta- Surabaya-Jakarta.

"Start di mulai hari ini [kemarin] yang diawali dari Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahkan kendaraan yang digunakan tidak perlu alat tambahan pada mesin diesel," ujarnya di Semarang, kemarin.

Hal itu dilakukan, lanjutnya, karena proses fisik dan kimianya sudah paripurna. Biodiesel yang dihasilkan Tenov dan FCI diberi nama INA BF-100 atau Indonesia Nabati Alternative BioFormula-100.

Menurut dia, hasil uji coba INA BF-100 sebelumnya menunjukan sangat memuaskan termasuk laporan uji emisi yang telah dikirimkan ke Inggris.

Tunggul mengatakan INA BF-100 memiliki kandungan karbon monoksida (CO) lebih kecil hanya 50% dari emisi pada umumnya solar, sedangkan kandungan hidrokarbon sekitar 62% dibandingkan dengan solar.

"Untuk emisi NOx dan sulfur 0% dibandingkan dengan solar saat ini. Bahkan hasil uji coba menunjukkan titik beku biodiesel ini mencapai minus 15 derajat Celsius," tuturnya.

Dia mengatakan dengan hasil penelitian bahan bakar alaternatif dari biji jarak Jatropha curcas tersebut, kini rekanan FCI dari Eropa telah menentukan standar biodiesel yang diinginkan dengan ketetapan minus 10 derajat Celsius.

Keunggulan lain INA BF-100, katanya, dibandingkan solar di antaranya mampu menghemat bahan bakar hingga 2 liter dibandingkan solar untuk jarak tempuh yang sama. Sedangkan untuk satu jam operasional generator set (genset) akan lebih hemat mencapai 13 liter.

Menurut dia, minyak nabati sangat potensial dikembangkan dan menjanjikan keuntungan, namun, saat ini masih terkendala pasokan metanol di samping bahan baku biji jarak pagarnya pun masih terbatas.

Kapasitas terpasang pabrik metanol hingga kini masih menghasilkan 990.000 ton metanol per tahun dan sebagian besar masih untuk memenuhi kebutuhan ekspor sesuai perjanjian kontrak pemesanan dengan negara lain.

Kemampuan sendiri

Sementara itu kemarin, Wakil Presiden Jusuf Kalla melepas uji coba dua unit kendaraan berbahan bakar nabati (biodiesel 100%) atau INA BF-100 (Indonesia Nabati Alternative Beo Formula) di Istana Wakil Presiden.

Wapres mengatakan sudah saatnya bangsa Indonesia berdiri dengan kemampuan dan kekuatan sendiri.

Suatu bangsa yang maju, tuturnya, harus bisa lebih baik, bukan sebaliknya lebih percaya kepada orang lain. Sampai-sampai reformasi birokrasi pun belum apa-apa sudah membutuhkan konsultan dari luar. (Dwi Wahyuni)


Tanggal Tayang : 13-11-2006
Sumber : Bisnis Indonesia

   
 
 
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia