JAKARTA: Kantor Kementerian Negara Riset dan Teknologi (Menristek) telah berhasil menyelesaikan pabrik pengolahan minyak jarak senilai Rp16,5 miliar dengan kapasitas produksi enam ton per hari.
Pabrik yang berlokasi di Ogan Komering Ulu Timur (Okut) itu rencananya diresmikan Menristek pada pertengahan bulan ini.
"Akhir Desember [2006] semua sudah selesai, tinggal diresmikan," kata Asisten Deputi (Asdep) Urusan Perkembangan Rekayasa Menristek Agus R. Hoetman kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Agus memaparkan pabrik tersebut berfungsi secara multifeeding, artinya tidak hanya biji jarak saja yang bisa diolah, melainkan minyal sawit mentah (crude palm oil/CPO) pun bisa diproduksi di situ.
Desain pabrik yang secara teknisnya dikerjakan oleh BPPT itu, jelasnya, mempunyai tiga konstruksi bangunan untuk pemeras biji jarak dengan kapasitas masing-masing 12 ton dan satu mesin pengolah minyak menjadi biodiesel. (Bisnis/m02)
Tanggal Tayang : 03-1-2007
Sumber : Binis Indonesia