Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   
   

Deptan Fokus Budidaya Jarak dan Sawit

 

JAKARTA- Departcmen Per-tanian memfokuskan pengemba-ngan tanaman jarak dan kctcrse-diaan niinyak sawit mentah (CPO) scbagai bahan baku biodiescl da-ripada minyak jagung dan tctcs tebu.

Menurut Kepala Badan Litbang Deptan Ahmad Suryana, tanaman jagung dan tebu Icbih diprioritas-kan untuk mendukung ketahanan pangan nasional ketimbang men­dukung program pengembangan biodiesel, atau bahan bakar dari minyak nabati.

"Apalagi, pemerintah telah mencanangkan program swasem-bada jagung pada 2007. Sedang-kan tanaman tebu untuk mendu­kung ketersediaan gula di dalam negeri yang kini masi'h kritis," ujar dia di Jakarta , Selasa (11/4).

Untuk itu, Badan Litbang Dep­tan tahun 2006 menyiapkan pengembangan kebun bibit jarak di 14 provinsi, termasuk demplot ta­naman dan unit mesin pemroses biji jarak.

Badan Litbang Deptan juga sudah mengembangkan teknologi perbanyakan tanaman jarak pagar melalui teknik kultur jaringan,teknik ekstraksi, pemurnian minyak jarak. dan pengembangan mesin pengolahannya.

Tahun ini, Badan Litbang Dep­tan menyiapkan bibit unggul komposit jarak pagar sebanyak 2.500 tangkai. Bibit-bibit jarak pagar ini sdanjutnya akan dita-nam di lahan scluas 50 hektare (ha) di tiga lokasi kebun percoba-an, yakni di Pakuwon (Sukabumi, Jawa Barat) scluas 30 ha, Mukti-harjo (Pati, Jawa Tengah) 10 ha, dan Asem Bagus (Situbondo, Ja­wa Timur) 10 ha.

Dari tiga lokasi kebun percoba-an itu dihai apixan dapat mengha-silkan bibit unggul sebanyak 10-15 ton pada akhir 2006, sebanyak 38 ton tahun 2007, dan 2OO8/ 2009 sebanyak 87,5 ton. "Bibit ja­rak pagar itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di berbagai daerah, guna menghasilkan produksi bij i j a rak ya ng berkualitas," papar-nva.

Untuk kebun Pakuwon, bibit tanaman jarak berasal dari Suma-tera Barat, Lampung, Banten, dan .k,\vaBava:.yang mencakup 25 ka-bupaten, yakni sebanyak 99.372 stekdan 5.150 biji.

Perkembangan sclama empat bulan terakhir, luas kebun induk di Pakuwon mencapai 23 ha. Per 5 April 2006 ,15% tanaman jarak telah berbunga. Dengan demikian, proyeksi produksi benih unggul jarak dari kebun Pakuwon sebanyak 9 ton optimistis dicapai.

Suryana mengakui, masyarakat Indonesia belum sepenuhnya me-nguasai teknologi budidaya jarak pagar. Berdasarkan fakta yang berkembang di lapangan, masya­rakat menganggap budidaya tanaman jarak tak perlu didukung pengkajian kesesuaian dengan kondisi ekosistem setempat.

"Budidaya tanaman jarak dengan informasi yang menyesatkan, tentu akan mempengaruhi hasil produksi dan tingkat rendemen minyak jarak," kata dia.

Untuk itu, ujar Suryana, budidaya tanaman jarak harus terecana, terarah, dan disertai pene-tapan target waktu yang relatif cepat. Dengan demikian, investasi tanaman jarak pagar dapat mem-berikan keuntungan yang optimal bagi pelaku agribisnis.

Berdasarkan hasil riset tentang kandungan minyak dalam buah jarak, bahwa buah jarak yang su­dah masak menghasilkan minyak tertinggi, yakni 30,32% untuk buah berwarna kuning, untuk buah berwarna hitam sekitar 31,47%, dan untuk buah tua dengan kulit hijau tua dan berbiji hitam kandungan minyaknya hanva 20.70%

Tanggal Tayang :10-7-2006
Sumber : KOMPAS

   
 
 
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia