Kepala Subdinas Pengembang- an Tanaman Dihas Perkebunan NTT Ir Funan Ignatius di Ku- pang, Sabtu (29/7), mengatakan, tanaman jarak sudah lama dike- nal masyarakat NTT, tetapi ma syarakat tidak banyak mengeta- hui manfaatnya. "Mereka hanya mengambil biji jarak untuk di- ambil minyaknya dan digunakan untuk penerangan malam hari. Bahkan di desa-desa terpencil ja uh dari penerangan listrik, hingga sekarang masih menggunakan minyak biji jarak untuk pene rangan. Biji jarak ditumbuk ber-sama kapas sampai halus, ke-mudian dibalutkan pada lidi atau ranting kayu dan dibakar," kata Funan.
Belum ada data resmi tentang potensi pohon jarak yang ada di hutan-hutan di NTT saat ini. Di perkirakan jutaan pohon jarak alam tersebar di 15 kabupaten.
Kepemilikan
Sampai saat ini belum ada war ga masyarakat mengklaim are- al-areal yang mengandung pohon jarak sebagai hak milik. Apabila jarak benar-benar memberi man-faat sebagai pengganti solar un tuk bahan bakar kendaraan, dan memberi manfaat ekonomis bagi masyarakat, mereka akan mem beri perhatian khusus. Pohon ja rak yang tersebar di hutan akan diburu, bahkan dirawat dan dibu- didayakan masyarakat secara khusus.
NTT memang cocok untuk ta naman jarak karena jenis tanam an ini suka tumbuh di lahan kritis dan di dataran rendah. Sesuai penelitian, jarak yang tumbuh di dataran rendah kadar minyaknya jauh lebih berkualitas dibanding^- kan dataran tinggi.
Ada beberapa jenis jarak di NTT, tetapi sedang diteliti. Peme^ rintah Provinsi NTT sedang me- nanam sekitar 28.000 anakan di i Kabupaten Belu sebagai contoh pengembangan jarak di kabupa ten lain.
Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali Nyo- man Supartha di Denpasar mengatakan, setidaknya sekitar 210.000 hektar lahan kering atau kritis di Pulau Bali cocok dita- nami jarak. Lahan yang tergolong marjinal itu umumnya terben- tang di Bali bagian utara, Ka- rangasem, dan Nusa Penida.
Sedangkan Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) secara res- mi melarang penjualan setek pohon jarak pagar ke provinsi lain sebagai upaya pelestarian plasma nutfah jarak lokal.
Pemprov NTB telah mengem- bangkan tanaman jarak seluas 675.500 hektar sejak 2006. Petani juga menanam jarak pada areal 950 hektar, dengan produksi 20 ton tahun 2004, naik jadi 50 ton tahun 2005, dan 160 ton tahur 2006. Harga jual biji jarak untr bibit Rp 5.0.00 per kilogram.. (KOR/ANSA)
Tanggal Tayang : 9-9-2006
Sumber : Kompas