JAKARTA : Permintaan minyak nabati global—yang terbuat dari komoditas biji-bijian seperti buah kelapa sawit dan kedelai—hingga Oktober tahun depan diperkirakan naik 17 juta ton menjadi 396 juta ton.
Sementara itu, produksi mi nyak nabati diperkirakan naik 6 juta ton menjadi 392 juta ton.
Peningkatan permintaan itu diprediksi berdampak kepada persediaan dan memengaruhi kestabilan harga komoditas itu.
Perkiraan pertumbuhan per mintaan mencapai 1,5% jika di- bandingkan dengan rata-rata peningkatan permintaan tahun-an yang mencapai 4,2% dalam 10 tahun terakhir.
Oilworld, satu lembaga survei pertumbuhan permintaan mi nyak dunia, memprediksi perki raan jangka panjang fluktuasi harga mi nyak nabati berhubungan erat dengan tingkat permintaan di sektor energi.
Informasi fundamental kini di pasar telah berubah karena tingginya produksi biodiesel hingga membuat peningkatan permintaan minyak nabati.
Beberapa negara saat ini berencana meningkatkan penggunaan bahan bakar berbasis tumbuh-tumbuhan untuk me-ngurangi ketergantungan terhadap mi nyak mentah untuk mengurangi tingkat emisi gas buang yang dapat memicu efek rumah kaca.
Uni Eropa telah menetapkan kandung- an campuran bahan bakar alternatif 5,75% minyak nabati untuk memproduk Di sisi lain, harga kedelai berjangka turun 11% pada periode yang sama men si bensin dan solar. Bahan bakar itu akan dijual kepada masyarakat pada 31 De- sember 2010.
Asal biodesel
Bahan bakar biodiesel merupakan ba han bakar minyak yang dicampur dengan minyak kelapa sawit, minyak lobak, minyak kedelai, atau dari lemak bina- tang. Sedangkan etanol dapat dibuat dari gandum, tebu, dan gula.
Harga minyak kedelai, minyak sayur dengan tingkat konsumsi paling tinggi di dunia, telah naik menjadi US$26,12 per pon di Chicago Board of Trade.
Di sisi lain, harga kedelai berjangka turun 11% pada periode yang sama menjadi US$174,7 per ton akibat peningkatan pasokan.
AS selama ini merupakan negara peng-hasil kedelai paling tinggi di dunia, diiku- ti oleh Brasil. Kontrak kedelai berjangka di Chicago turun 2% menjadi US$0,0601 per bushel (1 bwhel=35,24 liter).
Minyak kelapa sawit, minyak merupakan jenis komoditas yang paling banyak ditransaksikan di dunia, telah mengalami kenaik- an harga sebesar 3,5% sejak awal tahun menjadi 1.463 ringgit (US$397) per ton di Malaysia, negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Minyak nabati diketahui dipro- duksi dari komoditas biji-bijian melalui proses penghancuran. Minyak jenis ini biasanya digu- nakan untuk memasak dan ma- kanan ternak.
Selain terhadap minyak nabati, permintaan terhadap minyak jenis lainnya juga meningkat. Hal itu dipengaruhi permintaan minyak pelumas, minyak ikan, dan gemuk.
Permintaan untuk 17 jenis minyak pelumas dan gemuk hingga Oktober tahun depan akan meningkat menjadi 8,3 juta ton atau naik 5,7% menjadi 153,1 juta ton.
Peningkatan permintaan itu lebih tinggi dari tingkat produksi, yang diper kirakan naik sekitar 7,03 juta ton atau 7,8% menjadi 152,87 juta ton. Tingkat permintaan ini akan mengurangi perse diaan sebesar 15,42 juta ton. (rru)
Tanggal Tayang : 10-9-2006
Sumber :