JAKARTA , KOMPAS - Di tengah upaya pengembangan energi alternatif, disiapkan delapan kandidat doktor terkait pengembangan tanamaft jarak pagar (Jatropha curcas). Kedelapan orang terpilih akan mengikuti program empat tahun yang rencananya dimulai bulan Agustus 2006 di Belanda.
"Pengembangan tanaman ja rak pagar sangat prospektif dan kita perlu para ahli, termasuk kemungkinan mengembangkan produk-produk turunannya," ka- ta Prof Robert Manurung, pe- neliti pada Pusat Penelitian Bi-oteknologi Institut Teknologi Bandung (ITB), ketika dihubungi seusai rapat rencana pengembangan energi alternatif di Ja karta, Kamis (27/7).
Robert merupakan tokoh di balik eksnedisi minyak jarak murni sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM). Ekspedisi menguji tiga mobil bermesin die- sel Mitsubishi telah menempuh jarak sekit:r 3.200 kilometer dari Atambua (NTB)-Denpasar-Bandung- Jakarta.
Khusus untuk program doktor itu, Pemerintah Belanda meng- hibahkan dana melalui institusi The Netherlands Royal Academic of Arts and Sciences sebesar 1 juta Euro. Kedelapan kandidat yang terpilih dari beberapa pelamar akan belajar di Universitas Groningen dan Universitas Wage- ningen, Belanda.
Masa belajar dijadwalkan ber- langsung empat tahun, ma- sing-masing dua tahun di Be landa dan dua tahun di Indonesia. Mereka dibimbing bersama pro motor dari Indonesia dan Be landa. "Di Belanda mereka akan meneliti di laboratorium yang lebih lengkap dibandingkan di In donesia," kata Robert.
Belanda disebut-sebut sebagai salah satu negara yang dengan jelas mendukung pengembangan energi alternatif, khususnya yang bersumber dari tanaman jarak pagar. Beberapa pihak menolak energi yang bersumber dari mi nyak kelapa sawit, karena pem- budidayaannya monokultur dan kurang ramah lingkungan.
Kedelapan kandidat doktor, di- antaranya berasal ITB, Badan Pengkajian dan Penerapan Tek nologi (BPPT), dan beberapa per-guruan tinggi lainnya. Mereka se- cara khusus akan meneliti per- baikan kualitas minyak jarak dan berbagai produk turunannya, termasuk pemanfaatan limbah jarak. Menurut Robert, salah s penelitian yang sedang dike bangkan adalah pembuatan pi tik yang dapat terdegradasi sec biologi. Adapun bahan bakui berasal dari tanaman jarak c singkong.
Secara terpisah, Prof HJ I eres dari Universitas Groninj yang mengikuti perkemban; ekspedisi minyak jarak mu mengatakan, energi alterm yang bersumber dari jarak pa sangat penting untuk masa i pan. Karena itu, berbagai pei litian serius layak dikembangk "Ini momentum yang sangat b sejarah. Lima puluh tahun m< datang, anak cucu kita akan n ngenang peristiwa ini," katai ketika turut menyambut tim Mataram, NTB. (GSA)
Tanggal Tayang : 10-9-2006
Sumber : Kompas