Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   

Lompat Katak Energi

 

lompatan katak secara khusus dipakai untuk menunjukkan betapa cepatnya Jerman dan Jepang mengejar ketertinggalan dalam teknologi dan industri. Dengan lompatan itu, mereka berhasil mendudukkan diri dalam deretan negara maju (Murphy, 2001).

Di bidang energi, lompatan katak teknologi biasanya dipahami sebagai sebuah strategi negara berkembang untuk me- nguasai, menggunakan, danme- ngembangkan teknologi hemat energi dan ramah lingkungan tanpa harus melalui tahapan yang dilewati negara maju.

Di Indonesia, strategi lom­ patan katak bukan barang asing. Tengok saja strategi penguasaan teknologi yang dirumuskan B.J. Habibie. la memformulasikan strategi transformasi teknologi dalam empat tahap: (1) lisensi, (2) integrasi teknologi, (3) pengembangan teknologi, dan (4) penelitian dasar. Meski Habibie lebih memilih istilah "evolusi yang dipercepat" untuk strategi penguasaan teknologi kedirgantaraan Indonesia, ta­ hapan yang digunakannya merupakan sejenis leapfrogging.

Di bidang energi, krisis yang baru saja terjadi di Tanah Air mestinya menyadarkan kita untuk bersegera menata strategi penguasaan teknologi energi. Leapfrogging teknologi energi adalah satu pilihan. Dibandingkan dengan era 1970-an, saat tahap awal lompatan katak dilakukan di dunia kedirgantaraan, saat ini bangsa kita sudah jauh lebih siap melakukan leapfrogging teknologi energi nasional.

Konsumsi energi terbesar umumnya terjadi pada sektor transportasi, industri, dan rumah tangga. Leapfrogging teknologi energi perlu memperhatikan aplikasi pada ketiga sektor tersebut. Pada sektor transportasi, cutting edge teknologi energi saat ini di antaranya adalah teknologi kendaraan hibrida (hybrid vehicle), fuel cell vehicle, bahan bakar hayati (biofuel), dan sistem transportasi massal (seperti bus rapid transit) untuk penghematan energi.

Sektor industri dan rumah tangga pada umumnya


bergantung pada penyediaan energi oleh pemerintah. Penggunaan energi solar (photovoltaic ataupun termal), geotermal, biogas, dan angin adalah beberapa pilihan sumber energi ramah lingkungan yang bisa digunakan untuk menghasilkan listrik guna mendampingi penggunaan BBM. Biofuel, seperti minyak jarak, juga memiliki potensi besar untuk secara gradual menggantikan penggunaan solar di industri.

Brasil merupakan contoh keberhasilan dalam peman-faatan teknologi biofuel. Jurnal Nature pada 2005 mela- porkan, tingkat penggunaan bahan bakar bioetanol di Brasil mencapai angka 40% secara nasional. Penggunaan bio­ etanol berhasil menekan produksi CO2 sebesar 12 % -18 % per tahun (Rodriguez dkk, 1997; Gallagher, 2006). Kondisi alam Brasil sesuai untuk produksi bioetanol dari tebu.

Tidak maksimalnya leap­ frogging teknologi energi di Cina, menurut Gallagher (2006), karena kebijakan pemerintah yang tidak strategis dan tidak konsisten. Juga kurangnya kemampuan teknologi domestik dan kecilnya kemauan kuat perusahaan multinasional dalam transfer teknologi.

Mulyanto (2002) menyebut faktor kebijakan Pemerintah Korea Selatan sebagai salah satu pendukung keberhasilan transfor­ masi teknologinya. Kebijakan Pemerintah Malaysia juga terlihat mewarnai kemajuan iptek di negeri tersebut. Karena itu, du- kungan penyelenggara negara (ek- sekutif dan legislatif) sangat diperlukan dalam keberhasilan leapfrogging teknologi energi di Tanah Air.

Belajar dari pengalaman, dalam negeri ataupun luar negeri, pe- main utaina leapfrogging teknologi energi sebaiknya dimotori ka- langan swasta nasional. Dukungan pemerintah dapat diwujudkan dalam bentuk kebijakan yang mendukung serta kerja sama lembaga riset pemerintah dengan dunia industri. PraktekKKN jelas harus dihindari karena, selain merugikan negara, juga melemahkan kemampuan bersaing.

Pola leapfrogging transformasi Habibie dapat dijadikan model untuk percepatan implementasi teknologi energi yang hemat dan ramah lingkungan. Dengan pengalaman lompatan katak di masa lalu dan kualitas sumber daya manusia yang lebih maju, mudah-mudahan kita tidak terpeleset dalam leapfrogging kali ini.

Tanggal Tayang : 10-9-2006
Sumber :

   
 
 
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia