Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   

Bakrie Jajaki Investor Asing Kerjasama Biodiesel

 

Padang-RoL -- PT Bakrie & Brothers Tbk menjajaki kerjasama pembangunan pabrik biodiesel dengan investor asing menyusul meningkatnya permintaan biodiesel di dalam dan luar negeri.

"Kami sedang menjajaki kerjasama dengan satu atau dua investor asing untuk membangun pabrik biodiesel," kata Presidir PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Bobby Gafur Umar usai penyerahan sertifikat ISO 14001:2004 untuk anak perusahaan PT Bakrie Pasaman Plantation Tbk, di Padang, Sumatera Barat.

Namun Bobby tidak mau menyebutkan dua calon investor asing yang sedang dijajaki untuk kerjasama tersebut. Bahkan ia juga tidak bersedia menyebutkan rencana lokasi pabriknya.

"Yang pasti kami serius menggarap bisnis biodiesel karena pasarnya sangat potensial baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang permintaannya terus meningkat akibat kenaikan harga minyak dunia," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini permintaaan biodiesel dari negara lain sangat besar terutama Eropa dan Jepang. Apalagi Eropa khususnya memberi insentif terhadap industri mereka yang menggunakan biodiesel.

"Eropa paling siap (menggunakan biodiesel) dan kami sudah mendapat permintaan dari sana. Jadi potensi biodiesel bukan hanya di dalam negeri tapi juga ekspor," kata Bobby.

Ia mengatakan pabrik biodiesel kedua yang tengah dijajakinya bersama investor asing diperkirakan sama dengan pabrik biodiesel yang akan dibangunnya bersama PT Rekayasa Industri.

"Kuartal pertama tahun depan kami akan memancangkan tiang pertama pembangunan pabrik biodiesel dengan PT Rekayasa Industri di Batam dan ditargetkan tahun 2008 sudah beroperasi," katanya.

Adapun kapasitas pabrik biodiesel yang didesain untuk berbagai bahan baku tumbuh-tumbuhan, baik CPO, jarak, kedelai, jagung, dan lain-lain itu, diperkirakan mencapai 60 ribu sampai 100 ribu ton per tahun.

Pada pabrik biodiesel itu Bakrie menanamkan saham sekitar 70 persen dan 30 persennya PT Rekayasa Industri dari total proyek yang mencapai 25 juta dolar AS.

Lebih jauh Bobby optimis biodiesel akan semakin menarik bagi konsumen karena harganya yang lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak (BBM). Ia mencontohkan bila harga solar bersubsidi saat ini Rp4.300 per liter, maka biodiesel hanya sekitar Rp3.300 per liter di tingkat pengecer.

"Harga biodiesel menjadi ekonomis dan bersaing, bila harga minyak dunia minimal 50-55 dolar AS per barel, tapi tren harga minyak nampaknya terus meningkat," ujar Bobby.

Tanggal Tayang : 18--9-2006
Sumber : Republika online

   
 
 
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia