JAKARTA--MIOL: Target pemanfaatan dua persen biodiesel dari konsumsi solar nasional pada 2009 membuat pemerintah butuh menyediakan 720 ribu kilo liter biodiesel atau setara dengan 720 ribu ton CPO (crude palm oil) atau 205 ribu hektare perkebunan kelapa sawit.
"Kesulitan kita sekarang untuk memproduksi biodiesel besar-besaran untuk mengurangi konsumsi solar adalah kemampuan kita mengadakan perkebunan sumber minyak nabati dan menanamnya," kata Menristek Dr Kusmayanto Kadiman seusai Rapat Kerja Kementerian Riset dan Teknologi beserta Lembaga Pemerintahan Non-Departemen (LPND)-nya dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin (11/9).
Padahal sebaik mungkin biodiesel yang dikonsumsi sebagai bahan bakar minyak (BBM) berasal dari tanaman yang tidak dimanfaatkan bagi pangan seperti kelapa sawit, jagung, tebu dan lain-lain yang sudah ada sekarang, ujarnya.
Ketiadaan stok bahan baku itu yang membuat sampai saat ini Pertamina masih kesulitan memperluas penjualan biodiesel di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau menyediakan biodiesel bagi PLN untuk kebutuhan pembangkit listriknya, ujarnya.
Sedangkan masalah pabrik dan teknologi, BPPT sudah mampu membuat disain rekayasa dan membangun pabrik biodiesel dengan kapasitas 3-4 ton per jam atau setara dengan 30 ribu ton per tahun dengan nilai investasi lima juta dolar AS di luar lahan, bangunan sipil dan utilitas, ujarnya.
Saat ini BPPT telah mengoperasikan pabrik biodiesel semi komersil yang berlokasi di Serpong, Banten dan Riau dengan kapasitas 12 ton per hari dengan bahan baku CPO standar dan Palm Fatty Acid Distillate (PFAD).
"Kini ada 107 SPBU di Jakarta yang juga menjual biosolar dengan komposisi lima persen bahan bakar nabati (biodiesel) dan 95 persen solar. Persentase biodiesel belum bisa lebih, karena alasan stok biodieselnya, bukan soal teknologi tetapi lahannya," katanya.
Di luar negeri, AS sudah menggunakan biodiesel sebesar 20 persen sebagai campuran solar sejak 1978 dan membuat empat pabrik berkapasitas 70 ton per hari, Jerman telah memiliki pabrik biodiesel terbesar berkapasitas sejuta ton per tahun, bahkan Thailand menargetkan tiga persen biodiesel dari konsumsi solar atau 2.400 kilo Liter per hari pada 2011. (Ant/OL-06)
Tanggal Tayang : 18--9-2006
Sumber : Media Indonesia online