Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   

PT Kharisma Kembangkan Biodiesel dari Kelapa

 


JAKARTA, investordaily

PTKharisma Bioenergi Nusantara (KBN) telah berhasil mengembangkan biodiesel berbahan baku buah kelapa. Biodiesel ini telah dimanfaatkan para nelayan dan petani di Situbondo dan Besuki di Jawa Timur, serta Muara Angke di Jakarta, sebagai bahan bakar mesin pertanian dan mesin kapal.

“Harga jual biodiesel kelapa Rp 4.000 per liter. Produk kami juga berkualitas, karena tidak menimbulkan polusi, suara mesin lebih halus, dan lebih irit dengan efisiensi sekitar 15%- 20%,” kata Direktur Utama PT KBN Vivid Sugiharti kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (29/9).

Saat ini, PT KBN memproduksi biodiesel berbahan baku kelapa dengan kapasitas 600 liter per hari. Pada awal 2007, pihaknya akan meningkatkan kapasitas produksi pabrik menjadi 5.000 liter per hari.

Dia memperkirakan untuk menghasilkan biodiesel 1.000 liter dibutuhkan investasi Rp 300 - 400 juta, di luar investasi lokasi dan pabrik. “Sehingga kami membutuhkan dana sekitar Rp 2 miliar untuk menambah kapasitas menjadi 5.000 liter per hari. Dalam dua tahun, kami optimistis sudah dapat balik modal” kata Vivid.

Saat ini, lanjut dia, KBN mempunyai lahan perkebunan kelapa di Situbondo sekitar 2 hektare (ha) dan akan menambah lagi areal perkebunan sekitar 6 ha di Banyuwangi. Selain itu, banyak pihak menawarkan buah kelapa kepada KBN yang berasal dari Banyuwangi dan Bali.

KBN memproduksi biodiesel dengan bahan baku kelapa, karena melihat harga solar yang mahal bagi nelayan dan petani. Harga biodiesel bersaing dibandingkan harga solar, khususnya di pulau terpencil yang bisa mencapai Rp 8.000-10.000 per.

Dia menuturkan, pihaknya mulai memasarkan biodiesel di Situbondo dan Besuki di Jawa Timur, selain itu permintaan dari daerah lain juga banyak. Saat ini, kata dia, ada beberapa permintaan biodiesel dari Cina dan Jerman yang telah mengajukan proposal. Namun, pihaknya belum berencana mengekspor produknya dan lebih memilih untuk dipasarkan di dalam negeri.

“Karena untuk di dalam negeri saja kebutuhan biodiesel berbahan baku kelapa masih kurang,” katanya.

Dukungan Pemerintah

Vivid berpendapat, pemerintah belum memberikan dukungan penuh terhadap biodiesel dari kelapa, walaupun sudah mulai dipasarkan. Saat ini, Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Jatim mendukung penuh program biodiesel berbahan baku kelapa KBN. Biodiesel juga diuji coba perguruan tinggi ITS dan UGM.

“Belum ada tanggapan lebih lanjut dari pemerintah mengenai proyek biodiesel dari kelapa. Padahal hasil dan kualitas yang dicapai sudah baik dan ramah lingkungan, serta tidak perlu terlalu lama menunggu penanaman seperti jarak dan kelapa sawit,” kata Vivid. (c94)

Tanggal Tayang : 4-10-2006
Sumber : investordaily

   
 
 
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia