Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   

Wilmar Jadi Produsen Biodisel Terbesar Dunia

 


Banyak awak kendaraan umum yang beroperasi di Jakarta belum mengetahui biodiesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti solar, meskipun tanpa sadar mereka sudah menggunakannya.

Kernet bus Kopaja jurusan Ragunan-Kampung Melayu, Beni, mengaku tak tahu apa itu biodiesel. Juga dimana ia bisa memperolehnya. "Saya tahu kalau ada bahan bakar baru, tapi namanya apa saya nggak tahu," katanya, di Jakarta, Jumat (23/6).

Sopir bus Metromini jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang, Toni, mengatakan, belum tahu biodiesel. Selama ini bus yang dioperasikannya menggunakan solar sebagai bahan bakar.

Hingga kini biodiesel baru dijual di empat SPBU yakni di Jl Industri Kemayoran, Jakarta Pusat, Jl. Tendean dan dua berlokasi di Jl. TB Simatupang, Jakarta Selatan. Rencananya pada tahun 2007 nanti, Pertamina akan mengganti solar dengan biodiesel secara bertahap di seluruh SPBU di Jakarta.

Selain kendaraan pribadi, menurut penyelia Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Industri, Kemayoran, Jakarta Pusat, Arif B, angkutan umum yang menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar semakin banyak.

"Kalau malam sekitar jam 10.00 WIB, antrian Metromini yang ingin mengisi biodiesel di sini panjang," katanya. Dalam sehari, menurut dia, ada sekitar 90 sampai 100 bus yang mengisi biodiesel di SPBU yang tidak enyediakan solar itu.

Meski demikian, Arif mengaku masih banyak awak kendaraan umum yang belum mengetahui biodiesel. Oleh karena itu, pihaknya secara proaktif menawarkan bahan bakar ramah lingkungan itu ke setiap bus yang datang ke SPBU tersebut.

Sementara itu, sopir Metromini P10 jurusan Senen-Sunter, Umar, yang ditemui saat sedang mengantri di SPBU itu mengatakan dia mengisi bahan bakar di tempat itu karena yakin solar yang dibelinya sesuai dengan takaran.

"Di SPBU yang dulu suka curang, kadang ngisi solarnya nggak penuh. Selain itu di sini bersih tempatnya," katanya.

Umar mengaku, belum tahu kelebihan dan kekurangan biodiesel. Bahkan, dia baru tahu kalau bahan bakar yang akan dibelinya adalah biodiesel bukan solar.

Petugas SPBU di Jl. Tendean, Jakarta Selatan, Eko M, menjelaskan biosolar memiliki sejumlah keunggulan dibanding solar sebab lebih ramah lingkungan, membuat mesin awet, dan tarikan mesin jadi lebih ringan.

Sementara kekurangannya adalah sedikit lebih boros dibanding solar. Namun, menurut Eko, sampai kini belum ada yang mengeluhkan hal tersebut.

"Selain itu yang paling penting adalah harganya sama dengan solar bersubsidi yakni Rp4.300 per liter," katanya

Tanggal Tayang :6-10-2006
Sumber :Media Indonesia

   
 
 
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia