Pada umumnya tanah-tanah kita yang terletak di daerah tropis dengan curah hujan dan temperatur yang tinggi menyebabkan kadar bahan organik tanah yang rendah sebagai akibat pelapukannya yang cepat. Pengembalian sebagian bahan organik ke tanah sangat penting artinya, karena banyak penelitian membuktikan bahwa tanpa pemberian pupuk kandang atau daur ulang sisa-sisa tanaman secara teratur, kita tidak akan dapat menjaga dan mempertahankan produktivitas tanah.
Ampas biji jarak pagar (seed cake) sebagai hasil samping dari pengolahan biji jarak menjadi minyak jarak kasar (Crude Jatropha Oil) merupakan sumber pupuk organik yang potensial. Perbandingan kandungan N, P dan K pada ampas biji jarak dengan bahan pupuk organiK lainnya dapat dilihat pada Tabel 1. Pada Tabel 1 terlihat bahwa seperti halnya ampas biji berminyak tanaman lainnya, ampas biji jarak pagar mengandung N yang tinggi (4.44%), setelah ampas biji kacang tanah, wijen, jarak kepyar dan mimba. Ampas biji jarak juga banyak mengandung P (2.09%), hampir sama dengan pupuk kandang ayam yang merupakan unggas pemakan biji-bijian yang banyak mengandung P di dalamnya. Demikian pula kandungan K pada ampas biji jarak, tergolong cukup tinggi (1.68%), lebih tinggi dari ampas biji-bijian berminyak umumnya dan sama dengan pupuk kandang sapi.
Ampas biji jarak pagar dan biji berminyak tanaman lainnya mengandung hara N yang tersedia bagi tanaman setelah 7 sampai 10 hari setelah aplikasi. Pada aplikasinya, ampas biji jarak harus sudah berbentuk bubuk yang kering, sehingga dapat disebar secara merata dan mudah terdekomposisi oleh mikroba. Aplikasi ampas biji jarak dapat dilakukan beberapa hari sebelum tanam atau pada saat tanam.
Tabel 1. Kandungan hara N, P dan K pada beberapa ampas biji berminyak dan pupuk kandang
Pupuk organik |
N (%) |
P 2O 5 (%) |
K 2O (%) |
Ampas biji jarak pagar
Ampas biji jarak kepyar
Ampas biji mimba
Ampas kacang tanah
Ampas kelapa
Ampas biji kapas
Ampas wijen
Pupuk kandang ayam
Pupuk kandang sapi |
4.44
5.50
5.20
7.00
3.00
3.90
6.20
2.90
0.97 |
2.09
1.80
1.00
1.50
1.80
1.90
2.00
2.90
0.69 |
1.68
1.00
1.40
1.30
1.70
1.60
1.20
2.40
1.66 |
Biasanya pemberian pupuk organik selalu diikuti peningkatan hasil tanaman. Peningkatan hasil tanaman tersebut tergantung pada beberapa factor, seperti tingkat kematangan pupuk organik itu sendiri, sifat-sifat tanah, cara aplikasi, dsb. Pengaruh dari pupuk organik terhadap hasil tanaman dapat disebabkan oleh pengaruh yang menguntungkan terhadap sifat-sifat fisik, kimia, dan atau biologi tanah. ( A. Arivin Rivaie/Peneliti ).