| |
|
| |
PT Sumi Asih Perluas Pabrik Biodiesel US 35 Juta |
| |
PT Sumi Asih melakukan ekspansi dengan menambah kapasitas produksi dan membangun pabrik baru dengan total investasi sebesar US$ 35 juta untuk meraih peluang peningkatan permintaan biodiesel di dunia.
Tanggal Tayang : 20-3-2007
Sumber : Insvestor Dailly
|
| |
=============================================================== |
| |
Sumi Asih Peroleh Kontrak Ekspor US$ 29,2 Juta |
| |
Produsen oleokimia nasional, PT Sumi Asih, mendapatkan kontrak ekspor biodiesel ke perusahaan perdagangan energi yang berbasis di Houston, Amerika Serikat (AS) dengan total US$ 29,2 juta.
Tanggal Tayang : 21-3-2007
Sumber : Insvestor Dailly |
| |
=============================================================== |
| |
Pertamina Kurangi Kandungan Nabati Bio-Solar |
| |
PT Pertamina (Persero) terpaksa mengurangi kandungan nabati pada bahan bakar jenis biodiesel dengan merek dagang Bio-Solar hingga 2,5% menyusul tingginya harga bahan baku bahan bakar tersebut. Sebelumnya, dalam Bio-Solar terkandung bahan bakar nabati sebesar 5% sesuai aturan pemerintah.
Tanggal Tayang : 26-3-2007
Sumber : Insvestor Dailly |
| |
=============================================================== |
| |
Pabrik Biodiesel Jarak bagi Nelayan
Harga Setelah Dicampur Solar Rp 3.800 per Liter |
| |
Untuk pertama kalinya di Indonesia, pabrik biodiesel dengan bahan baku biji jarak khusus untuk memenuhi kebutuhan nelayan diresmikan di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (17/2). Energi alternatif ini diperkirakan mampu mengurangi beban nelayan terhadap makin tingginya biaya melaut.
Tanggal Tayang : 27-3-2007
Sumber : Kompas
|
| |
=============================================================== |
| |
Produksi Biodiesel Terancam Terhenti |
| |
Produksi biodiesel di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan untuk sementara terhenti akibat melambungnya harga minyak sawit mentah belakangan ini. Di sisi lain, harga bahan bakar solar untuk industri turun, yakni menjadi Rp 5.700-Rp 6.000 per liter.
Tanggal Tayang : 27-3-2007
Sumber : Kompas |
| |
=============================================================== |
| |
Butuh Keputusan yang Bijak |
| |
Selama dua minggu terakhir, dikabarkan pemerintah ingin menaikkan pungutan ekspor atau menetapkan kuota ekspor minyak sawit mentah untuk mendukung industri hilir. Kehijakan ini bagai pisau bermata dua karena bisa merusak pemegangnya. Harus ada keputusan yang lebih bijak agar sektor hulu dan hilir hidup bersama.
Tanggal Tayang : 30-3-2007
Sumber : Kompas
|
| |
=============================================================== |
| |
Menggali Alternatif Pengganti Fosil |
| |
Sejarah itu tercipta sudah. Pabrik biodiesel pertama di Kalimantan Timur diresmikan Bu-pati Kutai Timur Awang Faroek Ishak di Desa Jabdan, Kecamatan Muara Wahau, Sabtu 23 Februari 2007. Biodiesel sebagai bahan bakar alternatif setelah CPO (crude palm oil) telah dikembangkan PT Swakarsa Sinar Sentosa.
Tanggal Tayang : 2-4-2007
Sumber : tempo
|
| |
=============================================================== |
| |
Pura Group Investasi US$ 15 Juta Produksi Mesin Biodiesel |
| |
Pura Group Indonesia, produsen mesin, mulai memproduksi mesin biodiesel dengan total investasi US$ 15 juta. Ekspansi bisnis terbaru grup ini ditopang biaya riset yang mencapai 5% dari pendapatan tahun lalu yakni Rp 1,7 triliun.
Tanggal Tayang : 13-4-2007
Sumber :Investor dailly |
| |
=============================================================== |
| |
BANGUN PABRIK BIODIESEL, Malaysia Bantu PT IBF US$ 52 Juta |
| |
PT Indo Bio Fuels (IBF) mendapatkan pinjaman US$ 52 juta atau sekitar Rp 473,2 miliar dari The Export-Import Bank of Malaysia Berhad (Exim Bank), untuk membangun pabrik biodiesel di Dumai, Riau. Total investasi proyek tersebut mencapai US$ 60 juta.
Tanggal Tayang : 24-4-2007
Sumber :Investor dailly |
| |
=============================================================== |
|
|
|
| |
|
10 Berita Berikutnya |
| |
|