| |
|
| |
|
 |
Jarak Pagar Agribisnis yang paling menguntungkan |
| |
arak pagar bisa menjadi tanaman agribisnis paling menguntungkan jika menyatukan informasi dan persepsi yang jelas antara hulu (budi daya dan kualitas bibit) serta hilir (pengolahan dan pemasaran) yang diseimbangkan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian (Litbang Deptan) tahun 2006 ini telah menyiapkan program aksi pengembangan kebun bibit jarak di 14 provinsi, termasuk demplot dan unit mesin pengepres biji jarak.
Tanggal Tayang : 15-6-2006
Sumber : Kompas
|
| |
=============================================================== |
 |
Pertanyaan di Sekitar Kita tentang jarak pagar |
| |
1. Siapakah pembeli biji atau minyak JarakPagar? Apa tidak bernasib seperti Cengkeh, Nilam atau tanaman lain yang ketika panen harga jatuh dan petani-lah yang dirugikan? Bagaimana harganya?
Jawab: a. Pembeli biji atau terutama minyak JarakPagar adalah para pengguna atau pedagang energi, yakni kalangan industri, pemakai kendaraan bermotor, nelayan dan mereka yang selama ini memakai BBM Solar, Diesel, Minyak Tanah dan Minyak Bakar. BUMN pemakai energi terbesar adalah: PT PLN, PERTAMINA, PT Kereta Api, PT Perkebunan Nusantara, PT Rajawali Nusantara, Semen Gresik dan lainnya. Semua BUMN tersebut sudah menandatangani kesepakatan untuk "membeli", mengolah dan mengembangkan biji JarakPagar sebagai bahan pengganti BBM.
Tanggal Tayang : 15-6-2006
Sumber :JarakPagar
|
| |
=============================================================== |
 |
Akhir Zaman Minyak(Bumi Murah) |
| |
Oleh: Ir Alhilal Hamdi
Menakertrans RI 1999-2001
Staf Khusus Menko Kesra – sekarang
Sesudah distribusi BBM kembali normal, dalam sebuah acara di depan Presiden beberapa waktu lalu, pimpinan Pertamina menyampaikan BBM (bahan bakar minyak) alternative murah yang dapat diproduksi dengan biaya di bawah Rp 2.000,- per liter, terbuat dari biji
Tanggal Tayang : 23-6-2006
Sumber : Kompas
|
| |
=============================================================== |
 |
PRIMADONA MINYAK JARAK : Menjaga Rakyat dari Kemiskinan dan Krisis BBM |
| |
Pemerintah segera meluncurkan kegiatan industri minyak jarak sebagai ganti minyak tanah, minyak bakar, dan minyak industri. Kelak juga minyak solar, karena saat ini persediaan dunia semakin tipis dan harganya pun terus meningkat. Dibanding penggunaan briket batubara, gas bumi atau sumber lainnya, minyak jarak lebih sederhana, murah, tidak akan habis. Juga menghidupkan ekonomi rakyat perdesaan, dan menjanjikan berbagai produk turunan yang akan membuahkan lapangan kerja.
Tanggal Tayang : 26-6-2006
Sumber : http://menkokesra.go.id
|
| |
=============================================================== |
 |
Budidaya JarakPagar: Menanam Pohon Uang |
| |
Pengembangan JarakPagar untuk diolah menjadi bio-fuel memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai proyek clean development mechanism (CDM, mekanisme pembangunan bersih) seperti diatur dalam Protokol Kyoto. Peserta Workshop “Memanfaatkan Kesempatan Bisnis Bio-Fuel melalui CDM” yang diselenggarakan oleh Masyarakat Energi Hijau Indonesia, EcoSecurities, Pelangi, dan Perspectives Climate Change pada tanggal 21-22 November 2005 menjadi saksi penandatanganan “Letter of Commitments” antara EcoSecurities, perusahaan keuangan pengembang CDM terbesar di dunia, dengan 11 perusahaan Indonesia pengembang bio-fuel jarak termasuk kelompok perusahaan Rajawali (RNI). Pidato sambutan oleh tiga menteri yang hadir dalam Workshop tersebut juga mendukung pengembangan bio-fuel JarakPagar ini melalui CDM. Perusahaan milik negara seperti PLN juga sudah memberikan komitmen untuk membeli bio-fuel dari industri biodiesel untuk menggantikan penggunaan diesel di pembangkit listriknya.
Tanggal Tayang : 26-6-2006
Sumber : JARAKPAGAR
|
| |
=============================================================== |
 |
Uji Coba Pertama Jatropha 100 Persen |
| |
Akselerasi kendaraan yang menggunakan minyak jarak murni lebih baik dibandingkan dengan solar dan campuran keduanya. Keunggulan minyak Jatropha curcas itu dibuktikan dalam Jatropha Expedition 2006 yang digelar Pusat Penelitian Bioteknologi Institut Teknologi Bandung, PT BioChem Prima International, dan National Geographic Indonesia.
Tanggal Tayang : 28-6-2006
Sumber : TEMPO Interaktif
|
| |
=============================================================== |
 |
TARGET PEMAKAIAN BIODIESEL PADA TAHUN 2025 MENCAPAI 5 PERSEN |
| |
Target penggunaan biodiesel di Indonesia hingga tahun 2025 mencapai 5 persen atau sekitar 4,6 juta kiloliter dari total penggunaan minyak solar. Dengan target itu, maka paling tidak harus dibangun 42 pabrik biodiesel dengan berbagai kapasitas. Suatu peluang bisnis yang menarik.
Tanggal Tayang : 29-6-2006
Sumber : Harian KOMPAS
|
| |
=============================================================== |
 |
INDONESIA PUNYA 21,94 JUTA HEKTARE LAHAN UNTUK TANAM JARAK |
| |
Indonesia memiliki total lahan kritis 21.944.595,7 hektare yang dapat ditanami tanaman Jarak Pagar ("Jatropha Curcas"), jenis tanaman yang dapat diolah menjadi biodisel atau bahan bakar nabati pengganti solar.
Tanggal Tayang : 29-6-2006
Sumber :Media Indonesia Online
|
| |
=============================================================== |
 |
|
| |
JAKARTA: Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman menyatakan sudah ada 11 investor yang siap membangun pabrik bioetanol dan biodiesel di Indonesia dengan kapasitas 50.000 kiloliter hingga 150.000 kiloliter per tahun.
Tanggal Tayang : 5-7-2006
Sumber : bisnis.co.id |
| |
=============================================================== |
 |
Bengkulu Mulai Tanam Jarak Seluas 100.000 Ha |
| |
BENGKULU, KOMPAS - Guna merespons program pengem-bangan tanaman jarak pagar se-cara nasional, Pemerintah Provinsi Bengkulu kini mulai mengembangkan tanaman yang bisa menjadi energi alternatif itu.
Tanggal Tayang : 5-7-2006
Sumber : KOMPAS
|
| |
|
| |
|
| |
|