JAKARTA: PT Medco Methanol Bunyu akan membangun pabrik etanol di Jawa Timur untuk kebutuhan biofuel dengan kapasitas 500 kiloliter per hari atau 170.000 barel per tahun senilai US$100 juta pada 2010.
Presdir PT Medco Methanol Bunyu Djatnika S. Puradinata mengatakan investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan pabrik tersebut berkisar US$100 hingga US$150 juta tergantung infrastruktur pada saat pembangunan fisik dimulai.
Saat ini Medco tengah melakukan negosiasi pasokan dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan Dinas Perkebunan Jawa Timur untuk pasokan tebu ke pabrik etanol tersebut.
"Di Jawa Timur kami masih cari raw material-nya, di sana banyak sekali perkebunan tebu, kami sudah negosiasi dengan PTPN dan Dinas Perkebunan untuk pasokan tebu," ujarnya, pekan lalu.
Untuk pasokan bahan baku yang dibutuhkan ke pabrik di Jawa Timur dibutuhkan tebu 83 ton per hari dengan asumsi satu ton tebu akan menghasilkan enam kiloliter etanol.
Pabrik tersebut rencananya akan disiapkan untuk fuel grade, tidak hanya untuk industrial grade produksi etanol saja, sehingga jika memang harga biofuel sudah mencapai titik keekonomian, produk akhir pabrik tersebut tidak menjadi etanol, tapi biofuel.
"Nanti kalau harga keekonomian biofuel yang saat ini mencapai US$75 per barel maka tinggal mengubahnya dengan fuel grade yang telah disiapkan."
Pabrik etanol Medco yang berada di Lampung dengan kapasitas produksi sebesar 180 kiloliter per hari atau 60.000 kiloliter per tahun itu sebenarnya juga dilengkapi dengan fuel grade.
"Tapi saat ini harga biofuel masih tinggi, sehingga kami masih industrial grade di sana [Lampung]. Nanti kalau ada yang mau membeli tinggal kami aktifkan fuel grade, sehingga hasil akhirnya menjadi biofuel," kata Djatnika.
Naikkan kapasitas
Sementara itu, terkait dengan akan rampungnya pembangunan pabrik etanol di Lampung, dia mengatakan tahun depan kapasitas pabrik tersebut akan ditingkatkan hingga dua kali lipat.
Berdasarkan perhitungan Medco, pabrik etanol di Lampung akan dapat diselesaikan pada Desember tahun ini, sehingga pada awal 2008 sudah dapat diproduksi sebanyak 180 kiloliter etanol per hari.
"Tahun depan, kapasitasnya akan kami tingkatkan dua kali lipat dan diperkirakan akan selesai dalam waktu setahun."
Dengan demikan, pada akhir 2008 kapasitas pabrik etanol di Lampung bisa memproduksi 360 kiloliter setiap harinya.
Investasi yang dibutuhkan untuk pembangan pabrik etanol Medco tersebut mencapai US$34,13 juta bekerja sama dengan PT Trada Bioenergy Indonesia dengan mendirikan PT Medco Ethanol Lampung.
PT Medco Ethanol Indonesia menguasai 85% saham di perusahaan patungan tersebut dan sisanya 15% dimiliki oleh PT Trada Bioenergy.
Etanol yang diproduksi akan diekspor ke pasar Singapura dan Jepang karena hingga saat ini belum ada pembeli yang potensial di Indonesia.
Tanggal Tayang : 22-1-2007
Sumber : Bisnis Indonesia
|