Biodiesel
   
  Bioethanol
   
  Biomass
   
 
Bagi yang ingin
bertanya apapun
tentang Bioenergi
silahkan klik
live chat kami,
customer support
kami akan
membantu anda


Live chat by Boldchat
Live chat by Boldchat
 
   
 

Counter Stats
   
   
   
   
   
   
   
 

SBY Setuju 600 Ribu Hektare untuk Bioetanol

 

Komitmen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengembangkan energi alternatif bahan bakar nabati (BBN) kemarin diuji. Saat meninjau pabrik bioetanol di Lampung Tengah, SBY ditodong menyediakan lahan seluas 600 ribu hektare untuk proyek bioetanol tersebut.

Proposal tersebut diajukan Sugar Group Company (SGC), produsen etanol terbesar di Asia Tenggara. Direktur Utama SGC Gunawan Jusuf mengatakan, jika proposal itu disetujui, Indonesia mampu memproduksi 1,7 miliar liter etanol per tahun atau sepuluh persen dari konsumsi BBM Indonesia.

Bos perusahaan produsen gula itu juga mengungkapkan keuntungan lain kalau proposal tersebut disetujui. Yakni, menghemat devisa senilai Rp 16 triliun. Pemasukan pajak juga bertambah Rp 7,5 triliun. Selain itu, alokasi anggaran untuk pendidikan bertambah Rp 1,1 triliun.

Lahan 600 ribu hektare itu akan ditanami tebu. Tetes tebunya dipakai untuk bahan pembuat etanol. Ampasnya digunakan untuk bahan pembuat biogas. Daunnya dipakai untuk pupuk dan asapnya memutihkan gula. Di lahan seluas itu, juga akan diproduksi 2,4 juta ton gula per tahun sehingga bisa menambah produksi gula Indonesia yang baru mencapai 2,3 juta ton/tahun. Saat ini, 20 persen produksi gula putih di Indonesia dihasilkan SGC.

Dalam proyek tersebut, SGC siap menggarap 60 ribu-100 ribu hektare dengan investasi USD 700 juta. "Itu memang merupakan bagian rencana ekspansi kami," kata Gunawan.

Menanggapi proposal itu, SBY langsung memerintahkan Ketua Tim Nasional Pengembangan BBN Al Hilal Hamdi dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyo Winoto untuk menyiapkan konsep yang lebih konkret. "Ini positif sejalan dengan konsep pengembangan pangan dan energi yang kita canangkan," kata SBY di pabrik bioetanol milik SGC di Lampung Tengah kemarin.

Menurut SBY, lahan seluas 600 ribu hektare itu tidak mungkin hanya dipenuhi Sumatera. "Akan dihitung luas lahan yang tersedia di Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Papua luas, tapi infrastruktur yang ada menjadi tantangan," kata SBY

Tanggal Tayang : 6-3-2007
Sumber : Jawa Pos

   
Ke Berita Sebelumnya                                     Ke Berita Selanjutnya
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia