Mandiri Siap Biayai Pengembangan Sawit

 
Bisnis sawit cukup prospektif sehingga perbankan mau mengucurkan dananya untuk agribisnis sawit. Salah satu bank yang sudah membiayai dan siap mengembangkan bisnis pem­ biayaan kelapa sawit termasuk turunannya, adalah Bank Mandiri.
Tanggal Tayang : 15-8-2006
Sumber : (
Agrina)
  ===============================================================
Standard Chartered
Berikan Kredit ke UKM Sebesar Rp 100 - 300 Juta per Nasabah
 
Ternyata tidak hanya bank lokal yang peduli pada perkembangan UKM di Indonesia. Mau bukti, lihatlah Standard Chartered Bank Indonesia yang metnberikan pinjaman UKM sebagai bykti komitmennya melayani .berbagai kebutuhan keuangan masyarakat di Indonesia. Bagaimana prosesuntuk bisa.mendapatkan kredit dari bank bertaraf intemasional ini?
Tanggal Tayang : 15-8-2006
Sumber :

  ===============================================================
Bank Bukopin
Salurkan Dana Kredit Sebesar Rp 10 Triliun untuk UKM
 
Keperdulian Bank Bukopin terhadap UKM tidak perlu diragukan lagi. Bagairnana-tidak, sejak berdiri di tahun 1970, bank ini punya concern penuh terhadap UKM. Ini bisa dilihat pada tahun 1998, Bank Bukopin mendapat award dari Man Banking atas terobosan terhadap UKM. Bagaimana proses untuk mendapat kredit Bank Bukopin
Tanggal Tayang : 15-8-2006
Sumber :
  ===============================================================
BNI Siapkan Rp15 Triliun Kredit Pengembangan Bio-energi
  BNI segera menyiapkan dana Rp10-15 triliun selama lima tahun yang akan disalurkan sebagai kredit pengembangan bahan bakar nabati (BBN/bio energi) bagi petani dan pengusaha
Tanggal Tayang : 16-10-2006
Sumber :
.Antara
  ===============================================================
BRI Biayai Program Biodiesel Rp13 Triliun
 
PT Bank BRI Tbk akan membiayai program biodiesel (khususnya perkebunan) sebesar Rp13 triliun yang diperkirakan habis pada semester kedua, setelah semester pertama disalurkan antara Rp6 triliun hingga Rp7 triliun.
Tanggal Tayang : 16-10-2006
Sumber :
.Antara
  ===============================================================
BRI Salurkan 40% Kredit ke Sektor Agribisnis
 
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menargetkan hingga akhir 2006 akan menyalurkan kredit ke sektor agribisnis hingga 40% dari total kredit yang direncanakan sejak awal tahun sebesar Rp 13 triliun.
Tanggal Tayang : 18-10-2006
Sumber :Insvestor Indonesia
  ===============================================================
4 Perkebunan ajukan kredit Rp3 triliun
 
JAKARTA: Sedikitnya 14 perusahaan perkebunan kelapa awit telah mengajukan kredit kepada PT Bank Rakyat nesia Tbk sebesar Rp2 triliun -Rp3 triliun. Bank pemerintah itu mensyaratkan 50% lahan milik petani plasma
Tanggal Tayang : 19-10-2006
Sumber : Bisnis Indonesia
  ===============================================================
BRI Biayai 16 Perkebunan
 
JAKARTA (Media): PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) telah me- nerima proposal pengajuan kredit revitalisasi sektor perkebunan dari 16 perusahaan. BRI juga mencadangkan kredit Rp2 triliun-Rp3 triliun untuk keperluan revitalisasi tersebut pada tahun ini.
Tanggal Tayang : 19-10-2006
Sumber : Bisnis Indonesia
  ===============================================================

BRI Pacu Kredit Sawit

 
Prospek usaha yang cerah dan termasuk dalam program prioritas pemerintah membuat BRI semakin ekspansif menyalurkan pembiayaan ke sektor usaha perkebunan kelapa sawit, baik inti perusahaan maupun plasmanya. Tahun ini kredit baru untuk sektor tersebut diprediksi mencapai Rp 3 triliun
Tanggal Tayang : 19-10-2006
Sumber : Kompas
  ===============================================================
Bank Harus Berani Danai Kebun Sawit
 
Penegasan ini disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, saat membuka seminar nasional mengenai kelapa sawit dan deklarasi Dewan Minyak Sawit Indonesia di Denpasar Bali, Kamis, (7/12).
Tanggal Tayang : 11-12-2006
Sumber :

  ===============================================================
                                      Ke Berita Selanjutnya
   
 
   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia