JAKARTA - Rencana pembangiman instalasi pengelolaan sampah penghasil enirgi
(waste to energy) di kota Jakarta ldni terhambat dana. Kelima calon investor yang masuk tidt&k didukijng dengan penyediaan fasilitas pembiayaan.
"Kalau yang saya lihat,mesinnya belum clear antara yang pu-nya teknologi dengan yang ingin membiayainya. Itu yang terjadi sekarang" kata Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Peihpfiav) BKI Jakarta Ritola Tasmaya di Balai Kota , Jakarta , akhir pekan lalu.
1 Menurut Ritola, calon investor yang melakukan penawaran ke Pemprov DKI mutlak memiliki teknologi dan fasilitas pembiaya an. Tanpakeduanya, investasi pro yek berskala besar sulit diwu- judkan.
Dia menjelaskan, kelima calon investor untuk proyek waste to energy & Jakarta hanya menawar- kan teknologi, tanpa penyertaan fasilitas pembiayaan. Kelimanya kini gagal melanjutkan ke tingkat perjanjian k6rjasania (PKS) j pada- hal sudah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MdU),
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D (Pembangunan) DPRD DKI Jakarta Mukhayar RM mengungkapkan, kelima calon investor waste to energy enggan berinvestasi bukan karena tidak memiliki fasilitas pembiayaan. Namnn, terhambat oleh Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 67 Tahun 20O5 tentang Investasi dan Teknologi LuarNegeri.
"Masak, orang mau investasi harusdilelang,merekajadinyake- beratan. Padahal, tinggaltanda ta- ngan perjanjian kerja sama saja karena stidah MoU tahun Mu," ujar poh'tisi PKS itu,
Kelima calon investor waste-p energy dalam kota itu adalah PT KeppelMegreted Engineering (PT KIE), PT Jakarta RenewaWe Energy (PT JRE),;PT Kwarta Daya Pratama (PT KDPkpT EwAm Green (PTEG), dan PTSapta Krida Karyamas{PTSKig.
Berdasarkan rekomendasi Tim Asistensi Persampahan DKI yang disampaikan Dinas Kebersihan kepada Guberntir DKI Jakarta Sutiyoso dengan' nomor surat 379i/i799-2i MtMggal 21 Okto- ber 2005, kelima calon investor itu merupakanhasilujikelayakandari 89 calon investor lamanya
Kelima calon investor tersebut menawarkan kpnsep waste to en ergy yaitu pengolahan sanipah yang menghasilkan energi, salah satunya listrik-
Pt KIE menawarkan teknologi konsep ivaste to energy di lahan milik Pemprov DKI di Duri K6- sambi. Teknologi itu mampu mengolah sampah sebanyak 1.000 tonperhari.
PT JRE menggunakan teknologi plasma gasifikasi dengan konsep waste to energy' juga di lahan milik Pemprov DKI di daerah pelayanah B di Jakarta utara Teknologi itu mampu meng-
olah sampah sebanyak 1.500 tonperhari
PT KDP menerapkan teknologi biometanisasi dengan konsepwaste to energy di lahan daerah pelayanan C atau D di Jakarta Se- latan (Ragunan). Kapasitas peng-olahannya 1.000 ton per hari.
PT EG menawarkan teknologi biofertilizer dengan memanfaat- kan lahan di Marunda, Jakarta Utara dengan kapasitasnya 1,000 ton per hari. Sefjangkan, PT SKK akan membangun instalasi peng olahan sampah di daerah pela yanan C di Jakarta Selatan. Kapa sitasnya 1.500 ton per hari.
Partisipasi Pemerintah
Menurut Mukhayar, kegagalan calon investor wastetto qtiergy di Jakarta harus mendapatkan per- hatian khusus dari pemerintah pusat karena telah menerbitkan Keppres Nomor 67 Tahun 2005. Instalasi -waste to energy sangat positif bap kota yang mengalami keterbatasan lahan pembuangan sampah.
, "Apalagi, Jakarta adalah ibukota negara yang berartimasalah peme rintah pusat juga," ujar dia. Mu khayar juga mengusulkan kepada Pemprov DKI untuk lebih inovatif dalam menanggulangi masalah sampah. Pemprov DKI harus me- nuntaskan pembukaan lahan di Marunda.
Fada 2002J PemprovDKI saish membebaskansebagianlahannya. Tahun 2005, telah dianggarkan Rp 32 miliar untuk pembebasan lahan tersebut. Namooi, tidak terserap sama sekali. Oleh karena itu, tahun 2006, telah dianggarkan Rp 42 miliar untuk pembebasan lahan seluas 40 hektere. (c8i)
Tanggal Tayang : 29-9-2006
Sumber :