yang dimulai dari setiap rumah,minimal di masing-masing rukun tetangga, sebenarnya bisa menjadi cara ampuh untuk mengatasimasalah sampah di wilayah Jakarta Jika masyarakat benar-benar diberdayakan lintjik; pedulidalam penanganan sampah, ,pengurangan sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah; akhir bisa mencapai lebih dari 50 persen.
Berdasarkan pantauan Kompas umlah rujain warga (RW) di Jakarta Timur dan Jakarta yang mulai menjalankan program pemilahan dan pengolahan sampah mulai tingkat RT, , pembuangan sampah bisa:berkurang hfiigga 80 gersen. Persepsi warga soal sampah mulai berubah 'sejak dibina oleh kader-'kader lingkungan se tempat
Kepedulian warga soal sampah itu setidaknya tefljhat di 20 RT di lima wilayah Jakarta . Mereka se- makin giat mengMjaukan dan menjaga kebersihatt wilayahnya sebagai bagian dari keikutsertaan dalam prpgram "Jakarta Green and Clean" yang digelar Yayasan Unileve^ Peduli dan Jaringan Delta Female Indonesia.
Teti Suryati, salah seorang ka- 4er lingkungan di Klender, mengatakan, sejak pemilahan dan pengolahan sampah mulai diperkenalkan, sampah yang di- buang dari setiap RT hanya se- ' kitar empat kilogram dari total produksi sampah. sebanyak 20 kilogram per hari. f5fang dibuang behar-benar'yang tidak bisa di pakai. Sampah basah dipiah men jadi kompos. Yang kering bisa dibuat jadi benda-benda lain yang berguna," kata Teti.
Hampir di setiap rumah ter- sedia dua tong sampah dengan wama berbeda yang dibuat dengan memanfaatkan bekas ka- lerig 'cat ukuran sedang. Setiap keluarga mulai membiasakan se- iuruh penghuni rumah: ftiembu-ang sampah basah dait jeering di tempat yang berbeda.
Hal serupaja^ dilakukan Wjar- ga RW 03, Mampang Prapatahi Jakarta Selatan, Tong komposter juga disediakan untuk mengolah sampah basah menjadi kompos. "Untufc bisa mengajak warga pe- duli soal lingkungan, ya harus ada yang memulai dan memberi con- toh nyata," kata Dwi Handoyp, Ketua RT 04. (ELN)
Tanggal Tayang : 29-9-2006
Sumber :