JAKARTA: PT PLN mengutamakan kontraktor dan konsorsium nasional untuk mengerjakan 25 proyek percepatan pembangunan PLTU di luar Jawa dan Bali dengan kapasitas 2.140 MW senilai US$2,5 miliar yang tendernya telah diumumkan kemarin.
Juru bicara PT Perusahaan Listrik Negara Muljo Adji mengatakan saat ini sudah banyak perusahaan dan konsorsium nasional yang telah memiliki kemampuan membangun PLTU dengan kapasitas pembangkit yang kecil.
"PLN tentu akan mengutamakan perusahaan nasional yang telah memiliki kemampuan membangun pembangkit dengan skala tidak terlalu besar. Sekarang ini sudah banyak perusahaan nasional yang mampu," tegasnya di Jakarta kemarin.
Namun, kata Muljo, tentu PLN tetap melihat secara adil berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan dalam pengumuman lelang tersebut, sehingga perusahaan yang menang benar-benar memiliki kemampuan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tepat waktu.
Prakualifikasi tender PLTU luar Jawa dan Bali akan dilakukan mulai hari ini hingga 9 Januari 2007.
Tender batu bara
Deputi Energi Primer PT PLN Tony Agus Mulyantono mengatakan tender pengadaan batu bara untuk pasokan ke PLTU luar Jawa itu akan dilakukan pada Februari 2007.
"Total asumsi per 1.000 MW kira-kira dibutuhkan 3,5 juta ton batu bara per tahun," katanya, di tempat terpisah.
Pekan lalu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan PLTU 10.000 MW Yogo Pratomo mengungkapkan kebutuhan dana US$2,5 miliar akan diambil oleh PLN dari konsorsium bank dalam negeri dan BNI telah diberi penugasan untuk pengumpulan pendanaan tersebut. (Bisnis, 12 Des.)
Berdasarkan pengumunan tender PLTU di luar Jawa yang dimuat di harian ini, kemarin, total kapasitas PLTU yang ditender sebesar 2.140 MW yang terdiri dari tiga kelas yaitu kelas 100 MW hingga 200 MW, kelas 50 MW hingga 65 MW, dan 7 MW hingga 25 MW. (Lihat tabel)
Sejumlah persyaratan yang diajukan PLN untuk tender di luar Jawa ini jauh lebih ringan ketimbang tender PLTU di Jawa.
Para peserta tender dipersyaratkan memiliki pendanaan sendiri baik melalui kredit ekspor maupun dari bank lokal, mampu menyelesaikan proyek dalam waktu 24 bulan, telah memiliki pengalaman satu tahun mengelola PLTU dengan kapasitas 7,5 MW hingga 25 MW.
|