PLN Batam akan investasi Rp300 miliar

BATAM: PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam melakukan investasi baru Rp200 miliar sampai Rp300 miliar pada 2007 untuk penyediaan pembangkit listrik dan pengadaan infrastruktur.

Investasi akan dilakukan untuk pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 30 MW untuk pasokan di Batam dan rencana pembangunan 50 MW untuk kebutuhan kawasan Bintan.

Sementara itu, rencana pembangunan jaringan akan difokuskan pada penyelesaian sistem interkoneksi antara Panaran sampai Tanjung Kasam sebesar 150 kV, penambahan tiga gardu induk dengan tiga travo 30 MW serta perluasan gardu induk yang sudah ada termasuk perluasan gardu induk 20 kV.

Perusahaan juga akan menyediakan anggaran pembangunan pendukung layanan teknologi informasi (TI) dengan membangun program TI secara menyeluruh, sehingga seluruh bagian perusahaan sistemnya akan terintegrasi.

Dirut PT PLN Batam Eri Ifyandri menjelaskan untuk pembangunan interkoneksi ke Bintan masih menunggu keputusan dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah apakah kawasan Bintan sudah bisa masuk dalam jaringan sistem PLN Batam.

Sembari menunggu keputusan tersebut, PLN menyarankan pada pemprov untuk agar dilakukan sewa mesin dengan subsidi dari pemerintah untuk menghindari krisis listrik yang terjadi saat ini, terlebih Bintan sudah dimasukkan dalam kawasan ekonomi khusus bersama Batam.

Menurut Eri, investasi pada 2007 juga akan dilakukan untuk peningkatan kinerja perusahaan dari sisi layanan ke pelanggan. Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan anggaran yang cukup untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelatihan dan studi banding dengan perusahaan publik lainnya di dalam negeri maupun di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Investasi hingga Rp300 miliar tersebut sebagian besar akan dipergunakan untuk pembangunan mesin pembangkit. (k33)

   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia