Kalangan industri akan berat dapat listrik
PLN: Siapkan sendiri instalasinya

SURABAYA: Calon pelanggan PLN dari kalangan industri di Surabaya yang perlu daya besar dipersyaratkan untuk menyiapkan sendiri instalasinya, akibat minimnya ketersediaan dana yang dimiliki BUMN bidang kelistrikan tersebut.

Manajer PT PLN Area Pelayanan Surabaya Barat Mohammad Munief Budiman mengatakan, pelanggan industri menyerap 60% dari total daya listrik yang tersambung di area kerja PLN Surabaya Barat, yakni 573.037 kilo volt ampere (KVA), selebihnya di gunakan pelanggan residential, komersial dan sosial.

Menurut dia, ada empat industri skala besar dengan daya terpasang hingga 100 mega volt ampere (MVA), masing-masing PT Ispatindo, PT Surya Agung Kertas, PT Jatim Taman Steel dan PT Miwon Indonesia.

Sejumlah calon pelanggan dari ka langan industri maupun real estat/residential disebutkan banyak mengajukan penyambungan energi listrik ke PLN Area Pelayanan (AP) Surabaya Barat. Namun kemampuan BUMN itu terbatas, sehingga tidak seluruh calon pelanggan residential dipenuhi dan calon pelanggan industri dipersyaratkan menyiapkan sendiri instalasi/alat-alat sambungan listrik.

"Kami kini tidak mengacu pada target pertambahan pelanggan,tetapi mengoptimalkan kapasitas yang ada sekaligus berupaya meningkatkan layanan," ujarnya di sela peresmian kantor baru PT PLN AP Surabaya Barat, akhir pekan lalu.

PT PLN AP Surabaya Barat hingga triwulan III 2006 membukukan pendapatan Rp813,6 miliar, melalui layanan daya listrik terhadap 140.523 pelanggan di Surabaya Barat, Gresik dan Sidoarjo.

Munief menambahkan, kebijakan optimalisasi kapasitas telah menghasilkan pertumbuhan pendapatan PLN AP Surabaya Barat selama tiga tahun terakhir. Contohnya, pendapatan tahun lalu tercatat Rp988,1 miliar, suatu kenaikan dibanding 2004 senilai Rp912,9 miliar.

"Sementara pendapatan hingga September tahun ini tercatat Rp813,6 miliar, atau 79% dari target Rp1 triliun hingga akhir Desember 2006 mendatang," ujarnya.

PT PLN AP Surabaya Barat memiliki wilayah kerja di Surabaya Barat, sebagian Sidoarjo dan sebagian Gresik. Di kawasan itu terdapat sejumlah pelanggan industri besar dengan tingkat kebutuhan daya listrik cukup tinggi.

Guna menghindari kemungkinan pemadaman listrik secara bergiliran di sistem Jawa-Bali, PLN tetap memberlakukan hemat energi listrik saat beban puncak pada pukul 17.00 -22.00 WIB mencakup pelanggan industri.

Sementara itu, kalangan industri yang masih membutuhkan tambahan pasokan listrik menyatakan kebijakan PLN Surabaya Barat itu semakin memberatkan dunia usaha.

"Seperti kami ini, ingin tambah listrik itu supaya bisa mengoptimalkan kapasitas pabrik. Sebab jika pabrik tidak dioptimalkan, usaha kini sangat minim untungnya, bahkan terkadang merugi," kata Henky, pengusaha sektor manufaktur di sekitar Jl. Romokalisari, kepada Bisnis, semalam.(adam.chevny@bisnis.co.id)

   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia