Surabaya, Kompas - PT Rajawali Nusantara Indonesia atau RNI bekerja sama dengan beberapa instansi mengembangkan tanaman jarak pagar untuk bahan biodiesel di 1.600 hektar lahan di Jawa Timur. Minyak dari tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L) itu diharapkan mampu menggantikan ketergantungan industri pada bahan bakar minyak.
Demikian disampaikan Ketua Pengembangan Jarak Kebun Grati Agung PT RNI Jatim Sri Ranto dalam Promosi Investasi Tanaman Jarak Pagar sebagai Alternatif Bahan Bakar, Selasa (21/2) di Kantor Perum Perhutani Wilayah II Jatim, Surabaya. Belasan ribu hektar (ha) lahan yang bakal ditanami jarak pagar itu tersebar di Kecamatan Legok, Grati, Pasuruan (100 ha), Pasuruan barat (200 ha), Pasuruan selatan (200 ha), Mojokerto (100 ha), Sidoarjo (50 ha), Pasuruan timur (300 ha), Pasuruan tengah (100 ha), Probolinggo (300 ha), dan Pamekasan (250 ha).
"RNI sedang berupaya mengurangi harga pokok produksi dengan memakai bahan bakar non-BBM. Berdasarkan audit tahun 2001, RNI mencatat defisit untuk pertama kalinya akibat tingginya HPP yang tidak seimbang dengan harga gula di pasaran," tegas Ranto.
Saat ini RNI telah mengurangi pemakaian BBM dengan memakai ampas tebu, serutan kayu, dan kayu bakar, yang membuat pemakaian BBM untuk penggilingan tebu turun dari 16 juta liter pada tahun 2001-2002 menjadi hanya 15 liter BBM pada tahun 2003.
Kebutuhan akan BBM terus turun hingga 12 juta liter pada tahun 2004 setelah proses pembakaran juga menggunakan sekam. "Pengembangan lahan jarak itu bekerja sama dengan Perhutani Jatim dan beberapa perusahaan swasta di Jatim," ujar Ranto. (DIA) |