RNI Gunakan Minyak Jarak 2008

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sepuluh pabrik gula milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) diperkirakan akan menghentikan penggunaan residu sebagai bahan bakar pada 2008. Alasannya, bahan bakar tersebut akan diganti dengan minyak jarak.

Direktur Utama PT RNI Rama Prihandana mengungkapkan, sejak 2002-2003 sepuluh pabrik gula milik perusahaannya menggunakan sekitar 16 juta liter residu per tahun. Namun, tahun lalu penggunaan residu ini hanya tinggal sembilan juta liter saja.

Rama menambahkan, jika RNI dapat mengganti sembilan juta liter residu dengan minyak jarak, perusahaan milik pemerintah itu akan menghemat sekitar Rp 7,2 miliar per tahun. Harga minyak jarak memiliki selisih sekitar Rp 800 per liter dibandingkan residu.

Pengurangan ini, kata dia, karena sepuluh pabrik gula itu telah menggunakan bahan bakar lain seperti batubara, bekas gergajian, dan bagas tebu. "Kami sudah menghemat tujuh juta liter residu per tahun,? kata Rama kemarin.

 

   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia