RNI akan naikkan produksi minyak jarak

PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) tahun ini akan meningkatkan produksi minyak jarak pagar menjadi 204.485 liter dengan penambahan luas areal 24.293 ha.

Pada 2006 lahan RNI masih terbatas seluas 2.915 ha dengan produksi minyak jarak 1.767 liter. Sehingga, langkah perluasan lahan ditempuh RNI untuk alih produksi bioetanol, selain limbah tebu yang juga penghasil etanol.

Langkah tersebut diambil terkait kerja sama RNI dengan Bronzeoak Ltd (BUMN asal Inggris) untuk membangun pabrik bioetanol berkapasitas tiga juta liter per tahun dan pembangkit listrik berbahan bakar ampas tebu berkapasitas 20 MW di Indramayu, Jawa Barat, dengan investasi US$40 juta.

Menurut Humas RNI Budi Aji Prabawa, pihaknya ingin membuka peluang bisnis di sektor lain guna meningkatkan daya saing dengan perusahaan perkebunan di pasar bebas 2010.

"Kami sebagai BUMN yang bisa bergerak dalam industri hulu dan hilir harus bisa membuat terobosan baru, ya... seperti pengembangan perkebunan untuk energi terbarukan [biofuel]," kata Budi kepada Bisnis, pekan lalu.

Dia menjelaskan pengembangan lahan dan pabrik bioetanol itu rencananya untuk memenuhi kebutuhan energi pengolahan gula milik perusahaan itu.

"Ketergantungan energi kita sangat besar, sehingga 23%-nya digunakan untuk biaya produksi. Jika nanti berlebih baru kita jual kepasar," ujarnya.

Berdasarkan catatan Bisnis, konsumsi minyak solar RNI untuk keperluan produksi di 10 pabrik gulanya mencapai 16,5 juta liter per tahun.

Sehingga dengan adanya bahan bakar nabati (BBN) tersebut bisa mengurangi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 6,5 juta liter.

RNI juga akan menggunakan bahan baku tetes tebu, yang merupakan hasil produksi dari lima pabrik penghasil tetes tebu miliknya di wilayah Jawa Barat dengan kapasitas 15.000 ton cane per hari.

Dalam perluasan lahan tersebut, kata Budi, akan menggunakan lahan RNI sendiri sekitar 1.280 ha. Sedangkan lahan kemitraan seluas 23.013 ha. (m02)

   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia