Target penjualan RNI

JAKARTA: PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNT) menargetkan penjualan tahun ini meningkat sekitar 2,79% men- jadi Rp2,83 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,75 triliun menyusul diperkuamya penjualan produk hilir dan sampingan.

Direktur Utama PT RNI Rama Prihandana mengatakan pada tahun ini akan dikem-bangkan penjualan di sektor hilir dengan pengembangan produk sampingan (byproduct) dan produk penjualan berbasis tebu, seperti halnya kemasan gula premium dan sachet

"Produk hilir berbasis tebu yang akan dioptimalkan sehingga menekan harga pokok produksi [HPP]," kata Rama dalam konferensi pers rencana pengembangan RNI di Jakarta, kemarin.

Pada tahun lalu RNI telah berhasil mengeruk kcuntungan sebesar Rp 149,56 miliar, se- hingga dengan target pen­jualan itu diperkirakan laba akan meningkat sekitar 66,7% atau menjadi Rp210 miliar di tahun ini.

Sektor nonagro pada 2006 merupakan penyumbang terbanyak penjualan, sebesar Rpl,62 triliun. IMamun, pada tahun ini target peningkatan- nya hanya 3,23% atau tiirtm menjadi Rp 1,57 triliun.

Justru penjualan sektor agro berbasis industri tebu dan perkebunan yang akan mengalami peningkatan 11, 42% menjadi Rpl,26 triliun dari sebelumnya sebesar Rpl,13 triliun tahun lalu.

Oleh sebab itu, kata Rama, ad a empat langkab yang akan ditcrapkan dalam meningkat-kan penjualan, selain by prod­ uct. Yakni, meningkatkan produksi, cfisiensi dan optimalisasi asct.

Peningkatan produksi tersebut, paparnya, dilakukan RNI meialui perluasan lahan, sedangkan untuk efisiensi pihaknya mengembangkan konversi bahan bakar minyak menjadi nabati, baik itu pengolahan tetes tebu menjadi bioetanol, dan spirtus maupun pengembangan tanaman jarak pagar untuk bahan bakar.

Selain memperkual perdagangan dalam negeri, Direktur Pengembangan Usaha RNI Son Ramadir mengatakan nilai ekspor pada tabun ini akan ditingkatkan 10% menjadi seki- tar Rp50 miliar.

 

Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia
( RNI ) Rama Prihandana berbincamg dengan Girektur Pengembangan Usaha Son Ramadir sebelum paparan RNI Outlook 2007 di Jakarta kemarin

"Ekspor kami memang masih sedikit, hanya menyumbang sekitar delapan persen, tahun ini kami coba tingkaikan 10%,"ujamya.

Dari ekspor tahun lalu, tutumya, produk teh hijau dan hiiam merupakan penyumbang terbesar, sekitar 80%.

Sedangkan kedua untuk produk minuman arak dan kondom yang banyak di ekspor kt Afrika , Sri Lanka dan Papua Nugini.

"Tahun ini untuk teh hijau telah dikontnik untuk ekspor ke Rusia, sementara kondorn juga akan ada penambahan ekspor Yaman, Vietnam dan Kamboja."

Perdagangan secara dan produk farmasi merupakan salah satu pendorong penjualan terbesar dalam negeri RNI, dengan 40 kantor cabang dan depo telah mampu menyumbang 90% transaksi penjualan selama 2006. (mO2)

   
Copyright@2006. PT. Kreatif Energi Indonesia